Lima Korban Longsor Nganjuk Ditemukan Meninggal Dunia, 1 Masih Dicari

Dedy Priatmojo, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Upaya pencarian tubuh korban longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kembali membuahkan hasil pada hari kelima pencarian, Kamis, 18 Februari 2021. Kali ini lima tubuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tersisa satu korban yang kini masih dicari.

Berdasarkan data dari Badan SAR Nasional Surabaya disebutkan, jasad korban berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan pertama kali di area Sektor B sekira pukul 11.28 WIB. Tujuh menit kemudian, jasad wanita dewasa ditemukan di Sektor A. Pada pukul 11.44 WIB, ditemukan lagi jasad wanita, juga di Sektor A.

Sekira pukul 12.04 WIB, jasad korban anak laki-laki ditemukan di Sektor A. Petugas tim SAR gabung lalu menemukan jasad laki-laki di sektor yang sama pada pukul 12.39 WIB.

Dengan demikian, sementara ini total jasad korban meninggal dunia yang ditemukan sebanyak 18 orang. Tersisa satu korban yang masih dalam proses pencarian.

Di bagian lain, bantuan dari sejumlah pihak untuk warga terdampak longsor yang mengungsi terus berdatangan di posko. Tak hanya materi, bantuan psikolog juga berdatangan dari sejumlah lembaga, di antaranya dari Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Komando Daerah Militer V/Brawijaya.

Penyerahan bantuan dilakukan saat Kepala Polda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mendatangi lokasi pada Rabu kemarin. Dalam kesempatan itu, Polda Jatim mengirimkan bantuan sosial berupa dua ton beras, 20 ribu masker dan 200 karton mie instan.

Polda dan Kodam juga menambah 400 personel untuk diperbantukan mencari dan mengevakuasi jasad korban dan membantu pengungsi. Tenaga psikolog untuk mendampingi warga terdampak juga ditambah. "juga menerjunkan tim psikolog untuk memulihkan trauma healing bagi anak-anak," kata Kapolda Nico.

Sebelumnya, bencana banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Minggu malam, 14 Februari 2021. Selain itu, bencana tanah lonsor juga terjadi di Desa Selopuro, Kecamatan Ngetos. Sebanyak 23 orang dikabarkan hilang akibat longsor tersebut.

Peristiwa longsor di Desa Ngetos dipicu salah satunya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Rumah warga yang berada di bawah tebing kemiringan tertimbun longsoran hingga mengakibatkan 8 unit rumah warga rusak berat.