Lima Pelatih Asing Sudah Gugur di BRI Liga 1 2022 / 2023: Saatnya Local Pride Unjuk Kemampuan

Bola.com, Jakarta - Kompetisi sepak bola Indonesia sejak lama dikenal kejam dengan para pelatih. Di BRI Liga 1 2022/2023 misalnya, sudah ada lima pelatih yang menjadi korban kerasnya sepak bola Indonesia.

Menariknya, lima pelatih itu berstatus sebagai pelatih asing di BRI Liga 1. Javier Roca (Persik), Robert Alberts (Persib), Jacksen Tiago (Persis), Sergio Alexandre (PSIS), dan Dejan Antonic (Barito Putera).

Para pelatih itu pergi dengan berbagai alasan. Jacksen, Roca, dan Roberts misalnya, mereka mundur dari klub masing-masing.

Sementara Alexandre dan Antonic dipecat oleh klub masing-masing. Satu hal yang sama adalah mereka dinilai oleh klub masing-masing gagal membawa prestasi yang baik.

Meski harus diakui keputusan pergantian pelatih ini dinilai terlalu cepat. Sebab, BRI Liga 1 2022/2023 baru berjalan enam pekan. Masih ada 28 pertandingan lagi yang harus dilakui para kontestan.

Tersisa 6 Lokal

<p>Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso saat babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (13/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso saat babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (13/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di awal musim BRI Liga 1 2022/2023, hanya ada enam klub yang menggunakan jasa pelatih kepala lokal. Ada RANS Nusantara dengan Rahmad Darmawan, PSS Sleman dengan Seto Nurdiyantoro.

Kemudian ada Djadjang Nurdjaman di Persikabo 1973. Dewa United dengan Nil Maizar. Lalu ada Widodo Cahyono Putro di Bhayangkara FC, lalu ada Aji Santoso di Persebaya.

Masih Aman

Pelatih RANS Nusantara FC, Rahmad Darmawan. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Pelatih RANS Nusantara FC, Rahmad Darmawan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Menariknya, enam pelatih itu saat ini masih aman dari pemecatan. Padahal, performa beberapa dari mereka dinilai cukup mengecewakan.

Seperti yang dialami Widodo dan Rahmad. Bhayangkara FC yang ditukangi Widodo sejauh ini baru menempati posisi 10 dari enam laga. Sementara RANS asuhan Rahmad justru lebih parah. Mereka ada di posisi 17 klasemen sementara.

Pelatih Berlisensi AFC Pro ke Mana?

Indonesia sebenarnya punya cukup banyak pelatih lokal berkualitas. Apalagi jika ukurannya hanya menggunakan lisensi AFC Pro. Lisensi tersebut memang harus dimiliki pelatih untuk bisa menjadi pelatih kepala di BRI Liga 1.

Namun, banyak dari pelatih berlisensi AFC Pro justru tidak mendapatkan kesempatan melatih di liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (15/9). Persija menang 2-1 atas PSIS. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (15/9). Persija menang 2-1 atas PSIS. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Indonesia sebenarnya punya cukup banyak pelatih lokal berkualitas. Apalagi jika ukurannya hanya menggunakan lisensi AFC Pro. Lisensi tersebut memang harus dimiliki pelatih untuk bisa menjadi pelatih kepala di BRI Liga 1.

Namun, banyak dari pelatih berlisensi AFC Pro justru tidak mendapatkan kesempatan melatih di liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

Jadi Instruktur Pelatih

Pelatih Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, memberikan arahan kepada pemainnya saat melawan PSIS Semarang pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (20/8). Bhayangkara bermain imbang 0-0 dengan PSIS. (Bola.com/Yoppy Renato)
Pelatih Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, memberikan arahan kepada pemainnya saat melawan PSIS Semarang pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (20/8). Bhayangkara bermain imbang 0-0 dengan PSIS. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sebut saja Yunan Helmi, Syafrianto Rusli, Yeyen Tumena, Mundari Karya, Iwan Setiawan, Emral Abus, Rudy Eka, Wolfgang Pikal, Lisetiadi, Hanafing, Tony Ho, Bambang Nurdiansyah, dan Joko Susilo.

Beberapa dari mereka memang tidak menekuni karier sebagai pelatih. Beberapa menjadi instruktur, sebut saja seperti Emral Abus dan Hanafing.

Yuk Lihat Persaingan Tim Favoritmu Musim Ini