Lima petak bangunan rusak berat akibat kebakaran di Padang

Lima petak bangunan di Jalan Adinegoro Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat mengalami rusak berat akibat kebakaran yang terjadi, Senin sore.

Kepala Bidang Operasional, Sarana, dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang Sutan Hendra di Padang, Senin mengatakan dari keterangan saksi mata, sumber api yang diduga penyebab kebakaran berasal dari toko kaligrafi yang ada di di daerah tersebut.

"Saksi melihat api merambat dari toko kaligrafi menuju bangunan di sebelahnya sehingga api terus menyebar dan membesar," kata dia.

Ia mengatakan laporan kebakaran masuk ke markas sekitar 17.41 WIB lalu unit tiba dilokasi sekitar 17.47 WIB lalu melakukan penanganan hingga pukul 18.52 WIB.

"Kita lakukan pemadaman sekitar satu jam dan mengerahkan enam unit kendaraan pemadam kebakaran," kata dia.

Baca juga: BPBD Padang: Kebakaran toko asesoris tewaskan tiga orang
Baca juga: Tujuh petak toko di Padang terbakar saat libur Idul Fitri 1443 Hijriah

Ia mengatakan kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk yang membuat lima petak bangunan mengalami rusak berat.

Dirinya memprediksi kerugian yang dialami korban sekitar Rp450 juta dengan luas area yang terbakar mencapai 100 meter persegi dari total luas bangunan 300 meter persegi.

"Ada 10 jiwa yang terdampak dan 12 orang mengungsi dari rumah mereka akibat kejadian ini. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan korban luka bakar," kata dia.

Ia terus mengimbau masyarakat Kota Padang agar selalu waspada dan hati-hati terhadap hal yang dapat menyebabkan kebakaran di kediaman mereka.

"Mulai dari instalasi listrik, alat penerangan tradisional dan lainnya. Kita ajak masyarakat selalu waspada untuk meminimalkan terjadinya kebakaran," katanya.

Baca juga: Kebakaran terjadi di Kawasan PLTU Teluk Sirih Padang
Baca juga: Empat orang tewas dalam musibah kebakaran di Paluta Sumut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel