Lima Provinsi Terindikasi Korupsi Anggaran Belanja Modal

TRIBUNNEWS.COM - Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran ( Seknas Fitra), merilis data yang menyebutkan terdapat indikasi korupsi dalam pengelolaan anggaran belanja modal untuk fasilitas umum yang dijalankan secara tidak becus oleh pemerintah daerah.

Dari data tersebut ada beberapa daerah yang memiliki catatan menonjol dalam indikasi penyalahgunaan anggaran belanja modal untuk fasilitas umum.

"Lima provinsi berindikasi terkorup belanja modal untuk fasilitas umum dengan nilai kerugian negara tertinggi adalah Papua Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Aceh, dan Maluku Utara," ujar Maulana, koordinator advokasi Fitra, Minggu (23/6/2013).

Ia membeberkan bahwa di Provinsi Papua Barat terdapat 10 kasus dengan nilai mencapai 86 miliar lebih. Di posisi kedua adalah Kalimantan Timur dengan dua kasus yang bernilai lebih dari 29 miliar.

Selanjutnya adalah Kalimantan Selatan di mana terjadi 8 kasus dengan nilai 10,8 miliar. Disusul Aceh dan Maluku Utara dengan nilai 7,8 miliar dan 5,7 miliar.

Sementara itu, 5 kota berindikasi terkorupsi belanja modal untuk fasilitas umum adalah Kota Tebing Tinggi, Ambon, Denpasar, Bukit Tingg dan Prabumulih dengan nilai kerugian berturut-turut adalah (4,9 miloar), (2,4 miliar), (2,19 miliar), (2,1 miliar) dan (2,09 miliar).

Disamping itu FITRA juga menyebut 5 kabupaten berindikasi terkorup belanja modal untuk fasilitas umum, yaitu Kabupaten Nduga, Kepulauan Sula, Wajo, Berau dan Kapuas, dengan total kerugian (89,4 miliar), (55,06 miliar), (25,56 miliar), (18,7 miliar), dan (15,8 miliar).

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.