Lima Rumah Dinas Pemkab Yalimo Papua Dibakar, Ini Motifnya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak lima unit rumah di perumahan pemerintah Kabupaten Yalimo, Papua dibakar warga tak bertanggung jawab. Pembakaran rumah ini, terjadi pada Selasa, 24 Agustus 2021 pukul 11.10 WIT.

Motifnya diduga karena ingin mengacaukan Kamtibmas, karena saat itu personel Polres Yalimo dan personel BKO Brimob Polda Papua melaksanakan pengamanan aksi penyampaian aspirasi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, dari lokasi kebakaran tersebut, polisi mengamankan satu orang warga karena diduga terlibat dalam aksi tersebut.

“Pembakaran rumah terjadi Selasa kemarin. Motifnya diduga ingin mengacaukan Kamtibmas, karena saat itu personel Polres Yalimo dan personel BKO Brimob Polda Papua melaksanakan pengamanan aksi penyampaian aspirasi,” ucapnya Rabu, 25 Agustus 2021.

Baca juga: Viral Kisah Haru Driver Ojol Kerja Keras Demi Belikan Anak Laptop

Kamal menjelaskan, pada saat personel Polres Yalimo dan personel BKO Brimob sedang melaksanakan pengamanan aksi penyampaian aspirasi, anggota melihat perumahan pemerintah sudah terbakar. Ada dugaan motif pembakaran ingin mengacaukan situasi.

“Rumah-rumah tersebut cepat sekali terbakar karena berdempetan dan terdiri dari dua bangunan kopel,”ujar Kamal.

Melihat ada kebakaran aparat langsung menuju lokasi kejadian dan memadamkan api. Untung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Seorang warga diamankan karena diduga terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.

"Saat terjadi pembakaran warga setempat melihat seseorang melarikan diri namun saat dikejar aparat kehilangan jejak," katanya.

Kamal melanjutkan, saat ini situasi di lokasi sudah aman. Aparat mendapat kabar bahwa ada seseorang diamankan diduga pelaku pembakaran atas nama Rian Loho alias Wandik (18) sehingga personel Polres Yalimo datang menjemput terduga pelaku. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel