Lima Seismometer Gunung Ijen Disambar Petir

TEMPO.CO, Banyuwangi - Lima dari enam unit alat pendeteksi gempa (seismometer) serta satu unit closed circuit television (CCTV) yang terpasang di Gunung Ijen, Jawa Timur, rusak karena disambar petir pada 14 Januari 2013. "Saat itu terdengar bunyi petir sangat keras," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Bambang Hery Purwanto kepada wartawan, 19 Februari 2013.

Seismometer bantuan dari USAID, Amerika dan Belgia itu mulai dipasang di Gunung Ijen pada 2010 dan 2011. Sedangkan CCTV dipasang awal 2012. Tanpa kelima seismometer, kata Hery, data kegempaan menjadi kurang akurat. PPGA kini hanya mengandalkan satu seismometer yang masih utuh di bagian utara dengan ketinggian 2.356 meter dari permukaan laut.

Sedangkan tanpa CCTV, pengamatan visual kawah Gunung Ijen tidak dapat dilakukan. "Terpaksa kami harus mengamati langsung ke puncak tiap sepekan." Padahal saat ini status Gunung Ijen di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso masih siaga. Kegempaan vulkanik mencapai 10 kali sehari.

PPGA Ijen sudah melaporkan kejadian itu ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana di Bandung.  Kepala PVMBG Surono mengatakan dalam pekan ini akan mengganti perangkat seismometer yang rusak. "Tapi, kalau CCTV mungkin agak lama."

IKA NINGTYAS

Berita terpopuler lainnya:

ICW: Suswono Tinggal Menunggu Giliran

Ruhut: Jangan Samakan Aku dengan Ulil

Menteri Suswono Dicecar KPK Soal Pertemuan Medan

KPK Ancam Jemput Paksa Anak Hilmi Aminuddin

Bayi Meninggal Setelah Ditolak 10 Rumah Sakit

Meteor Rusia Lebih Besar dari Perkirakan Semula

PKS Keberatan Anak Hilmi Dicekal

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.