Lima Tanda Balita Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bayi dan anak-anak rentan mengalami dehidrasi. Saat Si Kecil mengalami dehidrasi, ia tidak bisa berbicara pada Anda. Padahal, kondisi kekurangan cairan tubuh ini bisa berbahaya baginya, terlebih jika tidak ditangani dengan benar.

Beberapa di antaranya, dehidrasi yang tak tertangani dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan masalah ginjal. Jadi, sangat penting untuk memahami gejala dehidrasi pada anak dan bagaimana melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.

Berikut ini tanda dehidrasi pada anak yang perlu diperhatikan orangtua seperti dilansir dari laman Times of India.

Baca juga: Viral, Warganet Ribut Pecahkan Soal Matematika Simpel Ini

Bibir kering dan pecah-pecah

Ini adalah tanda dehidrasi paling umum dan awal pada balita" target="_blank">balita. Sudut mulut pecah-pecah, bibir kering dan pembentukan air liur lebih sedikit, merupakan beberapa tanda peringatan dehidrasi.

Popok kering

Balita sangat sering buang air kecil. Dalam tiga hingga empat jam, popok yang dikenakan perlu diganti karena basah. Jika Anda melihat penurunan frekuensi buang air kecil pada bayi maka Anda tidak boleh menganggap enteng situasinya. Setiap urine yang gelap dan pekat bisa menjadi tanda dehidrasi.

Tidak ada air mata saat menangis

Kehilangan air yang berlebihan dari tubuh juga bisa membuat balita rewel. Namun ketika mereka mengalami dehidrasi air mata mereka ketika menangis tidak akan keluar. Kedua hal ini menunjukkan bahwa kadar air di dalam tubuh telah menurun.

Baca juga: Setelah Berjuang, 4 Zodiak Ini Dapat Rezeki Luar Biasa di November

Rasa kantuk yang berlebihan

Dehidrasi memengaruhi suasana hati anak dalam beberapa cara. Dehidrasi membuat mereka lesu dan sangat mengantuk. Balita juga akan mulai tidur lebih lama dari biasanya. Selain itu, mata, pipi, dan bagian di atas kepala akan tampak cekung.

Napas atau detak jantung berdetak cepat

Dehidrasi menyebabkan kelelahan dan juga meningkatkan detak jantung dan kecepatan pernapasan. Karena dehidrasi, membuat mereka tidak akan tertarik melakukan aktivitas apa pun.

Lalu apa yang harus dilakukan orang tua? Jika Anda melihat salah satu gejala dehidrasi, tingkatkan asupan cairan. Cairan rehidrasi oral yang dirancang untuk menggantikan elektrolit dan gula adalah yang terbaik untuk mengatasi masalah ini.

Berikan cairan ini setiap jam kepada bayi. Sup bening, es loli, dan keripik es juga dapat membantu anak kecil yang sudah dewasa dalam mengatasi dehidrasi.

Jika balita tampak setengah pingsan, berulang kali muntah atau tidak buang air kecil sama sekali selama lebih dari empat jam maka segera periksakan ke dokter.