Lima Titik Rawan Kecelakaan Brebes

TEMPO.CO , Brebes:Ada lima titik rawan kecelakaan lalu-lintas di jalur mudik wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Empat titik tersebar di jalur Pantai Utara (Pantura), mulai dari sepanjang ruas Losari, Exit Tol Pejagan, depan Pasar Bulakamba, dan Jembatan Pemali. Satu titik rawan kecelakaan berada di jalur alternatif Ketanggungan, tepatnya depan Pasar Dermoleng.

»Selain rawan kecelakaan, kelima titik juga rawan macet saat puncak arus mudik,” kata Kepala Kepolisian Resor Brebes, Ajun Komisaris Besar Ferdy Sambo kepada Tempo seusai gelar pasukan operasi Ketupat Candi di Stadion Karangbirahi, Brebes, Kamis, 1 Agustus 2013.

Menurut Ferdy, jalur pantura ruas Losari dan Exit Tol Pejagan adalah dua gerbang utama menuju Kabupaten Brebes dari Jawa Barat. Pada puncak arus mudik yang diprediksi pada H-3 lebaran, kedua titik itu menjadi pusat tumpukan kendaraan dari arah barat (Jakarta-Semarang).

»Meski jalan di dua titik rawan itu cukup mulus, kecelakaan bisa terjadi jika pemudik saling serobot, terutama pengendara motor,” kata Ferdy. Adapun Pasar Bulakamba dan Jembatan Pemali dinyatakan rawan kecelakaan karena berpotensi terjadi penyempitan jalur. Pasar Bulakamba termasuk satu dari sembilan pasar tumpah di Brebes.

Dari pantauan Tempo, Rabu, 31 Juli, puluhan pedagang meluber hingga menutup bahu jalan sisi utara (Jakarta-Semarang). Kondisi itu diperparah dengan parkir puluhan becak yang memakan sebaian badan jalan. Akibatnya, jalan yang semestinya bisa dilalui dua kendaraan itu menyempit dan hanya menyisakan satu jalur saja.

Di Jembatan Pemali, penyempitan arus akibat perbaikan jembatan sisi utara masih terus dilakukan tiap hari. Rabu lalu, polisi menerapkan pola 3-1 atau mengalihkan satu lajur dari ruas utara ke jembatan sisi selatan.

Jalur alternatif Ketanggungan depan Pasar Dermoleng rawan kecelakaan karena kondisi jalannya rusak parah. Ihwal angka kecelakaan saat arus mudik dan balik Lebaran 2012, Ferdy mengaku tidak hapal. »Angka persisnya harus dicek di kantor,” ujar Ferdy.

Selain menyiapkan tujuh pos pengamanan dan 32 sub pos pengamanan, Polres Brebes juga menambah sebanyak 78 pos penjagaan dan pengaturan (gatur) di jalur pantura, jalur alternatif, dan jalur selatan (Jakarta-Semarang via Slawi). Satu pos gatur ditempati enam personel.

Perlintasan kereta api (KA) juga mendapat perhatian serius dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas pemudik. Di Brebes ada 50 perlintasan KA. Sebanyak 15 perlintasan di antaranya dijaga petugas PT KAI Daops III. Sembilan perlintasan dijaga petugas dari Dishubkominfo Brebes. sisanya, 26 perlintasan dijaga petugas Perlindungan Masyarakat.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dishubkominfo Brebes, Suprapto, 26 perlintasan KA tanpa palang pintu mulai dijaga sejak Kamis hingga H+7 lebaran. »Tiap satu palang pintu dijaga 24 jam. Tiap regu terdiri dari dua petugas. Penjagaan terbagi dalam tiga shift,” kata dia.

DINDA LEO LISTY

Topik Terpanas:

Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Daging Impor

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.