Lima WNA Pakistan Diamankan Imigrasi Batam

Laporan Wartawan Tribun Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Bidang Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Klas I khusus Batam kembali mengamankan lima warga negara asing (WNA) asal Pakistan di Bandara internasional Hang Nadim Batam sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (10/7/2013).

Lima WNA Pakistan tersebut adalah Husain Akhlaq (22), Haider Zeeshan (19), Ali Abis (16), Husain Syed Mujthadid (21) dan Husain Nasir (20).

Informasi yang dihimpun Tribun Batam (Tribunnews.com Network) di bandara internasional Hang Nadim Batam, kelima WNA Pakistan ini diamankan setelah ingin melakukan cek in ke maskapai Citylink tujuan Jakarta pukul 08.40 WIB.

Setelah diinterograsi petugas imigrasi di bandara, ternyata kelima WNA ini masuk ke Batam, Indonesia dengan cara tidak resmi alias melalui pelabuhan tikus.

Hamdan, Kasi Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam membenarkan atas penangkapan itu dan Hamban menyebutkan kelima WNA Pakistan ini diamankan karena masuk ke Batam, Indonesia tanpa melalui pemeriksaan petugas Imigrasi.

"Lima WNA itu kami amankan, Rabu (10/7/2013) sekitar pukul 07.00 WIB setelah diketahui kalau tidak ada pemeriksaan petugas Imigrasi Batam saat masuk ke wilayah Batam dari Malaysia," kata Hamdan.

Namun apa tujuan kelima WNA ini, Hamdan menyebutkan kasus ini masih dalam penyidikan anggotanya.

"Untuk paspor kelima WNA itu lengkap dan dikeluarkan keimigrasian Pakistan," kata Hamdan seraya menambahkan kelima WNA Pakistan ini dianggap melanggar UU No.6 Tahun 2011 pasal 9 jo pasal 113 tentang keluar masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan pejabat imigrasi Indonesia dengan ancaman pidana 1 tahun penjara, denda Rp 100 juta.

Sementara itu Husain Syed Mujthadid, salah satu dari lima WNA Pakistan ini menyebutkan bahwa dirinya mengaku kalau masuk ke Batam dengan menggunakan boat pancung, namun ditanya berapa dia harus membayar boat pancung itu, Husain mengaku tidak tahu.

"Tujuan kami sebenarnya ke Jakarta dan itupun bukan mencari suaka, akan tetapi ingin jalan-jalan atau liburan ke Jakarta. Namun belum lagi tiba di Jakarta kami malah ditahan Imigrasi Batam," kata Husain dalam bahasa Ingris.

Disinggung apakah dia tahu kalau masuk ke Batam ternyata ilegal, Husain mengaku tidak tahu sebab perjalanan itu dibayarnya secara paket dari Pakistan menuju ke Jakarta seharga 600 US Dollar.

"Dari Pakistan kami ke Thailand, dari Thailand ke Malaysia dan kemudian ke Jakarta Indonesia," ungkapnya. (mau)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat