Limbah Beracun Bocor, Florida Umumkan Situasi Darurat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Manatee County - Negara bagian Florida di Amerika Serikat mengumumkan keadaan darurat di Matanee County akibat bocornya kolam penampungan limbah beracun di Piney Point. Para penghuni rumah di area tersebut diminta evakuasi.

Dilaporkan BBC, Minggu (4/4/2021), warga tersebut menghuni lebih dari 300 rumah di area. Mereka mendapatkan pesan untuk segera meninggalkan rumah.

Gubernur Florida Ron DeSantis mengumumkan situasi darurat itu pada Sabtu (3/4) waktu setempat.

Pejabat setempat berkata kolam seluas 31 hektar itu menampung jutaan galon air yang mengandung fosfor dan nitrogen dari sebuah pabrik fosfat lama.

Kolam tempat kebocoran itu ditemukan itu berada di tempat adanya phosphogypsum stack yang merupakan produk limbah radioaktif dari pemanufaktur pupuk.

Air itu juga mengandung ukuran kecil radium dan uranium yang muncul secara alami. Stacks tersebut juga bisa mengeluarkan gas radon.

Langkah Pemerintah

Bendera Amerika Serikat (unsplash.com/ben mater)
Bendera Amerika Serikat (unsplash.com/ben mater)

Administrator Matanee County, Scott Hopes, berkata ia khawatir air limbah itu bakal mengakibatkan banjir.

Masalahnya, daerah itu kebanyakan daerah agrikultur.

"Kita berbicara potensi 600 juta galon yang dalam wkatu beberapa detik dan menit kolam genangan dan mengalir di area sekitar," ujarnya.

Pemerintah berusaha memompa air itu dengan kecepatan ribuan galon per menit agar volume air menurun. Ada juga upaya mengarahkan jalur air untuk mengatur alirannya.

Dengan adanya pengumuman darurat ini, pendanaan bisa dikucurkan untuk mengirim lebih banyak pompa dan crane ke area itu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Aktivis dari COVID Memorial Project meletakkan ribuan bendera Amerika berukuran kecil di di halaman National Mall di Washington, Selasa (22/9/2020). Ribuan bendera itu menandai 200 ribu nyawa yang hilang akibat virus corona Covid-19 di Amerika Serikat. (AP Photo/J. Scott Applewhite)
Aktivis dari COVID Memorial Project meletakkan ribuan bendera Amerika berukuran kecil di di halaman National Mall di Washington, Selasa (22/9/2020). Ribuan bendera itu menandai 200 ribu nyawa yang hilang akibat virus corona Covid-19 di Amerika Serikat. (AP Photo/J. Scott Applewhite)