Limbah Domestik adalah Limbah dari Rumah Tangga, Pahami Jenis dan Dampaknya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Limbah domestik adalah sisa buangan yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Secara umum manusia juga mengeluarkan zat buangan ke lingkungan yang dapat memberikan energi terhadap siklus kehidupan.

Aktivitas manusia terkait erat dengan lingkungan sekitar seperti tanah, air dan udara. Tak bisa dipungkiri bahwa kemudian manusia menghasilkan limbah domestik. Limbah domestik yang terakumulasi menjadi satu dan tidak ditangani dengan baik, tentunya dapat menjadi masalah bagi kehidupan organisme lain.

Dalam hal ini, limbah domestik adalah limbah yang dihasilkan oleh individu dari penggunaan atau kegiatan sehari-hari. Bila tidak ditangani dengan baik, maka akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Terutama di daerah perkotaan besar di mana banyak pabrik atau perusahaan yang menghasilkan ribuan hingga jutaan ton limbah setiap hari. Berikut penjelasan detail tentang limbah domestik, jenis, cara mengurangi, hingga dampaknya yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (24/3/2021).

Jenis-jenis Limbah Domestik

Limbah Domestik
Limbah Domestik

Setelah mengetahui pengertian limbah domestik yang merupakan sisa buangan dari kegiatan sehari-hari, saatnya untuk mengetahui jenis-jenis dari limbah domestik itu sediri. Limbah domestik harus menjadi perhatian kita bersama mengingat prosentase volume limbah yang bisa semakin bertambah besar. Ada 2 jenis limbah domestik yang perlu diketahui, yaitu.

1. Limbah cair domestik

Sesuai namanya, limbah cair domestik berbentuk berupa cairan yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan industri. Misalnya, air cucian pakaian, air bekas mandi, serta kotoran manusia. Limbah cair domestik ini bisa mengandung bahan kimiawi yang berbahaya seperti sabun mandi, deterjen cuci, minyak, kuman dan sebagainya.

Meski dalam volume sedikit tidak berbahaya, tetapi jika terakumulasi dalam jumlah besar, tentu bisa mencemari lingkungan. Terutama sungai atau danau di sekitar masyarakat.

2. Limbah padat domestik

Jenis limbah domestik yang kedua adalah limbah padat. Dihasilkan oleh aktivitas rumah tangga dengan contoh yang mudah dijumpai di sekitar kita. Misalnya saja seperti kertas, pakaian, botol plastik, perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, dan lain-lain.

Limbah padat domestik ini sulit diurai oleh tanah dan terkadang hanya dibiarkan menumpuk bertahun -tahun di gudang atau di tempat pembuangan sampah akhir. Sudah seharusnya, berbagai kalangan memikirkan tentang pengelolaan limbah padat domestik agar dapat dimanfaatkan lebih baik lagi agar tidak mencemari planet bumi.

Cara Mengurangi Limbah Domestik

Limbah Domestik
Limbah Domestik

Setelah menelaah kembali limbah domestik adalah limbah yang berasal dari rumah tangga, kita jadi perlu untuk mengetahui tentang cara mengurangi agar limbah tersebut tidak semakin banyak dan dapat mencemari planet bumi. Berikut cara-caranya.

1. Menekan Konsumsi Energi Listrik

Melakukan penghematan energi listrik, bisa mengurangi jumlah limbah elektronik. Pengurangan energi listrik bisa dilakukan dengan memanfaatkan potensi cahaya alami seperti matahari dan bulan yang masuk ke dalam rumah.

Pada siang hari, sebaiknya jangan gunaka lampu. Selain itu, pakailah barang-barang elektronik seperlunya saja. Gunakanlah lampu yang lebih hemat energi, seperti lampu LED. Penggunaan lampu LED bisa dua kali lebih hemat dari penggunaan lampu biasa.

2. Kurangi Menggunakan Pendingin Ruangan

Pendingin ruangan juga bisa menghasilkan limbah rumah tangga yang mencemari lingkungan, yaitu zat freon atau CFC yang dapat mengakibatkan penipisan lapisan ozon. Untuk mengurangi produksi limbah rumah tangga yang membahayakan lingkungan ini, Anda bisa mengoptimalkan sistem bukaan yang ada di rumah untuk menghasilkan pengudaraan alami. Jendela dan ventilasi silang dapat menjadi jalan masuk udara yang bergerak di sekitar rumah. Sehingga, Anda bisa meminimalisir penggunaan pendingin ruangan atau AC.

3. Tinggalkan Kantong Plastik

Selain limbah domestik cair, sampah plastik juga menjadi limbah rumah tangga paling besar yag diproduksi setiap harinya. Hal tersebut tentu bisa membahayakan lingkungan. Sebab, sampah plastik termasuk limbah rumah tangga anorganik yang sulit untuk diuraikan atau diolah kembali.

Untuk menguranginya, Anda bisa beralih dan menggunakan reusable bag atau tas kain dan kanvas saat akan berbelanja. Gunakan juga kantong kertas untuk membungkus makanan.

Dampak Berbahaya yang Ditimbulkan oleh Limbah Domestik

Limbah Domestik
Limbah Domestik

Limbah domestik adalah limbah rumah tangga yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Banyak orang tidak menyadari besarnya pengaruh limbah rumah tangga terhadap kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Menyalurkan limbah rumah tangga ke alam bebas tanpa melalui proses pengolahan, akan membawa dampak buruk yang berkepanjangan bagi keberlangsungan hidup ekosistem. Berbagai dampak yang dihasilkan dari proses pembuangan limbah cair maupun padat ke alam bebas, antara lain:

1. Dampak dari aspek kesehatan

Air limbah yang berasal toilet mengandung bakteri E. Coli yang dapat menyebabkan penyakit perut seperti typhus, diare, dan kolera.

Bila tidak diolah secara memadai, limbah toilet bisa merembes ke dalam sumur apalagi bila jarak antara sumur dan septic tank tidak terlaku jauh, seperti yang banyak ditemukan di permukiman padat.

Dan jika air sumur yang sudah tercemar tersebut dimasak, bakteri akan mati. Tetapi bakteri tetap dapat menyebar melalui proses lain, seperti cuci piring, mandi, gosok gigi, dan kegiatan penggunaan air sumur lainnya tanpa melalui proses memasak.

Selain itu, juga ada dampak dari pembuangan limbah padat ke alam bebas. limbah padat biasanya semakin terasa saat limbah tersebut membusuk. Tidak sedikit dari limbah tersebut yang menimbulkan gas beracun seperti asam sulfat, metan dan amonia. Jika dibuang langsung ke perairan, limbah jenis ini juga bisa mencemari air dan lingkungan di sekitarnya.

Gangguan kesehatan akibat limbah padat ini sama sekali tidak bisa diremehkan. Mulai dari gatal-gatal, diare hingga penyakit serius seperti gangguan ginjal dan hati.

2. Dampak dari aspek lingkungan

Hal ini bisa berdampak pada jenis limbah tertentu, seperti limbah cuci mengandung bahan kimia deterjen yang dapat mempengaruhi tingkat keasaman/pH tanah.

Limbah dengan kandungan bahan kimia yang dibuang ke sungai dapat mematikan tumbuhan dan hewan tertentu yang hidup di sungai. Keadaan ini dapat merusak ekologi sungai secara keseluruhan dalam waktu yang berkelanjutan. Air mengandung kadar oksigen, dan bisa berkurang saat ada komponen lain masuk ke dalamnya. Jika kadar oksigen di dalam air berkurang, maka kualitas air pun bisa dikatakan buruk.

3. Dampak dari aspek estetika

Pada dasarnya semua limbah yang tidak diolah dapat menimbulkan masalah bau yang tidak sedap dan menghadirkan lingkungan yang tidak elok dipandang.

Terdapat berbagai cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah limbah cair rumah tangga, salah satunya dengan metode Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

IPAL adalah sarana untuk mengolah limbah cair seperti limbah dari toilet, dari air cuci dan kamar mandi. Metode ini dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan septic tank untuk limbah toilet.

Itulah pemahaman tentang limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga, jenis, cara mengurangi limbah domestik, hingga dampaknya. Hal ini membuat kita paham akan pentingnya mengelola limbah rumah tangga demi terjaganya ekosistem, sehingga rumah Anda terhindar dari bencana alam.