Limbah Medis Pasien COVID-19 Capai 158,5 Ton per Hari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Muslina Handayani dari Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sub Bidang Limbah Medis membeberkan, jumlah limbah medis pasien COVID-19 di Indonesia yang dilaporkan fasilitas kesehatan mencapai 158,5 ton per hari. Angka ini berdasarkan perhitungan jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Walau begitu, perhitungan mengenai limbah medis pasien COVID-19 masih terkendala data yang masuk. Belum ada data menggambarkan situasi di lapangan sepenuhnya.

"Untuk pelaporan data, kita memang ada kelemahan dan belum memiliki data yang benar-benar valid sesuai dengan kenyataan terkait timbulan limbah. Jadi, Saya estimasi berdasarkan data dari Satgas COVID-19 untuk limbah pasien konfirmasi pasien positif hari ini sebanyak 158.498 orang," papar Hani, sapaan akrabnya saat 'Diskusi Pengelolaan Limbah Masker Masyarakat Daerah Bencana' pada Rabu, 17 Februari 2021.

"Perhitungan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa penelitian yang dilakukan, satu pasien berarti bisa menghasilkan 1 kg sampah, sehingga jumlah limbah pasien COVID-19 ada 158,5 ton."

Untuk pasien biasa (non COVID-19), lanjut Hani, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) pernah coba menghitung. Ada sekitar 294,6 ton limbah pasien non COVID-19.

"Ya, karena pasti ada pasien non COVID-19 yang dirawat di rumah saki. Nah, data ini hanya didapat dari fasilitas kesehatan. Kita belum tahu yang isolasi mandiri di hotel atau dirawat di rumah gitu," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kapasitas Faskes Mengolah Limbah Medis

Pekerja bersiap memasukkan limbah medis ke dalam bucket elevator di Wuhan Beihu Yunfeng Environmental Technology Co., Ltd. di Distrik Qingshan, Wuhan, Hubei, China, Rabu (4/3/2020). Perusahaan ini memiliki kapasitas pembuangan limbah medis virus corona (COVID-19) hampir 15 ton per hari. (Xinhua/Cai
Pekerja bersiap memasukkan limbah medis ke dalam bucket elevator di Wuhan Beihu Yunfeng Environmental Technology Co., Ltd. di Distrik Qingshan, Wuhan, Hubei, China, Rabu (4/3/2020). Perusahaan ini memiliki kapasitas pembuangan limbah medis virus corona (COVID-19) hampir 15 ton per hari. (Xinhua/Cai

Teknologi yang biasa digunakan untuk mengolah limbah medis adalah incinerator dan autokclave, yang mana kapasitas kedua alat pengolah dimiliki fasilitas kesehatan.

"Kapasitas yang tersedia saat ini di Indonesia, kedua alat mampu mengolah limbah medis sebanyak 455,65 ton per hari. Rinciannya, di tingkat faskes, alat mengolah limbah medis 71,53 ton per hari dan tempat khusus pengolah limbah medis mampu mengolah 384,12 ton per hari," terang Hani.

Untuk gambaran pelaporan limbah B3 pasien juga diperoleh dari data dinas dinas kesehatan masing-masing daerah. Total timbulan limbah sampai 9 Februari 2021 sebesar 7502,79 ton.

"Mungkin baru sekitar 40 persen yang melapor. Kenyataan sebenarnya mungkin lebih banyak lagi jumlahnya," kata Hani.

Infografis senjata pengolah limbah Pemprov DKI

Infografis senjata pengolah limbah Pemprov DKI (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis senjata pengolah limbah Pemprov DKI (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: