Linda Thomas-Greenfield Terpilih Jadi Dubes AS untuk PBB

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington, D.C. - Diplomat senior Linda Thomas-Greenfield terpilih menjadi duta besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB. Ia merupakan pilihan Presiden Joe Biden.

Linda Thomas-Greenfield akan menggantikan Kelly Craft yang ditunjuk oleh mantan Presiden Donald Trump. Kelly adalah mantan dubes Kanada.

Menurut laporan VOA, Rabu (24/2/2021), Linda Thomas-Greenfield meraih dukungan bipartisan di Senat dengan total 78 suara mendukung dan 20 tidak setuju. Sejumlah tokoh Partai Republik seperti Mitch McConnell, Mitt Romney dan Lindsay Graham turut mendukung.

Terpilihnya Dubes Thomas-Greenfield terjadi beberapa hari sebelum AS memegang jabatan presiden Dewan Keamanan PBB pada 1 Maret 2021.

Lindsay Thomas-Greenfield merupakan seorang diplomat karier. Ia pernah aktif sebagai diplomat di Swiss, Pakistan, dan beberapa negara lainnya.

Pro dan Kontra

Presiden Cina Xi Jinping seusai berbicara kepada awak media di Bandara Internasional Hong Kong, Kamis (29/6). Selama sepekan terakhir, Kepolisian Hong Kong sudah melakukan berbagai antisipasi terkait kunjungan Presiden Xi Jinping. (AP Photo/Kin Cheung)
Presiden Cina Xi Jinping seusai berbicara kepada awak media di Bandara Internasional Hong Kong, Kamis (29/6). Selama sepekan terakhir, Kepolisian Hong Kong sudah melakukan berbagai antisipasi terkait kunjungan Presiden Xi Jinping. (AP Photo/Kin Cheung)

Pemilihan Linda Thomas-Greenfield dianggap bisa memulihkan peran AS yang mendukung multilateralisme. Itu berbeda dari pendekatan era Trump yang tidak pro-globalisme.

"Kita bisa mengandalkan Dubes Thomas-Greenfield untuk bekerja dengan mitra-mitra internasional untuk mengkonfrontasi tantangan kolektif kita bersama, dan memainkan peran aktif kita dalam memastikan PBB bisa berkembang dalam menghadapi permintaan di era kita sebagai sebuah forum esensial untuk penyelesaian masalah kolektif dan katalis untuk progres global," ujar Elizabeth Cousens, presiden United Nations Foundation, dilaporkan AP, Rabu (24/2/2021).

Cousens juga memuji kepemimpinan Thomas-Greenfield sebagai hal yang AS butuhkan pada "momen kritis bagi AS dan dunia."

Sementara, Partai Republik yang menolak pencalonan Thomas-Greenfield berkata ia merupakan sosok yang lembek ke China.

Tudingan itu ditolak oleh Thomas-Greenfield saat melakukan uji kepantasan di Senat. Ia juga menegaskan AS akan terus mendukung demokrasi, menghormati HAM universal, dan memprmosikan perdamaian dan keamanan.

Diplomasi Joe Biden

Presiden terpilih Joe Biden saat menyampaikan pidato kemenangan Pilpres AS 2020 di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Sabtu (7/11/2020). Joe Biden dan Kamala Harris memenangkan Pilpres AS 2020. (AP Photo/Andrew Harnik)
Presiden terpilih Joe Biden saat menyampaikan pidato kemenangan Pilpres AS 2020 di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Sabtu (7/11/2020). Joe Biden dan Kamala Harris memenangkan Pilpres AS 2020. (AP Photo/Andrew Harnik)

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji bahwa ia akan fokus pada diplomasi. Aliansi bersama negara sahabat akan diperbaiki, serta menghadapi kompetisi dengan sehat.

Dalam kunjungan di kantor Kementerian Luar Negeri AS, Joe Biden berkata Amerika Serikat siap kembali memimpin di kancah diplomasi internasional.

"Amerika kembali. Diplomasi kembali menjadi pusat kebijakan luar negeri kita," ujar Joe Biden via Twitter, dikutip Minggu (7/2).

Biden berkata akan memperbaiki aliansi-aliansi AS untuk melawan tantangan hari ini dan masa depan. Retorika Biden terkait hubungan internasional berbeda dari kebijakan Donald Trump yang menolak globalisasi dan cenderung nasionalis dengan motto "America First."

Aliansi dinilai Biden sebagai sekutu terbesar AS. Selain itu, Biden berkata akan melawan pihak berseberangan serta berbagai tantangan dengan cara diplomatis.

"Aliansi Amerika adalah aset terbesar kita. Memipin dengan diplomasi berarti berdiri bahu membahu dengan alianasi dan mitra kunci kita sekali lagi," ucap Biden.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: