Lindungi Konsumen, Pavenas Labeli Produk HTPL Peringatan Kesehatan

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Guna menciptakan perlindungan bagi konsumen di Indonesia Paguyuban Asosiasi Vape Nasional atau Pavenas mencantumkan label peringatan kesehatan pada produk yang dipasarkannya. Upaya itu menjadi komitmen Pavenas beri perlindungan bagi masyarakat.

Ketua Asosiasi Vaporiser Bali (AVB), I Gede Agus Mahartika, mengatakan pemerintah hingga kini belum mengeluarkan regulasi khusus bagi produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang mengatur tentang pencantuman label peringatan kesehatan.

Menurut dia, regulasi yang ada saat ini hanya penetapan tarif cukai. Oleh karena itu, Pavenas secara sukarela mencantumkan label tersebut guna memberikan informasi yang akurat kepada para konsumen.

Adapun, label peringatan kesehatan tersebut, kata Gede Agus tidak sama dengan label pada rokok, karena produk tersebut memiliki risiko kesehatan yang sangat berbeda dibandingkan dengan rokok yang dibakar.

"Kami bersama teman-teman asosiasi yang tergabung dalam Pavenas memiliki komitmen teguh untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat luas. Salah satu bentuknya berupa ketentuan bagi teman-teman produsen untuk melekatkan label peringatan kesehatan yang berupa tekstual, berbeda dari produk rokok serta sesuai dengan fakta risiko produk," jelas Gede Agus dalam keterangannya kepada media, Kamis 1 April 2021.

Adapun anggota Pavenas saat ini yaitu Asosiasi Vaporiser Bali (AVB), Asosiasi Personal Vaporiser Indonesia (APVI), Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotik Elektronik Indonesia (APPNINDO), dan Asosiasi Produsen E-liquid Indonesia (APEI) selaku industri, serta Aliansi Vaper Indonesia (AVI).

Gede Agus melanjutkan label peringatan kesehatan yang dicantumkan memberikan informasi yang berdasarkan fakta serta berbentuk tekstual, tidak seperti pada rokok yang berbentuk gambar.

Sebab, berdasarkan hasil kajian ilmiah, produk HPTL, seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, snus, dan kantung nikotin, memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok. Sehingga, tidak tepat jika label peringatan kesehatan pada produk HPTL diperlakukan sama seperti label peringatan kesehatan pada rokok.

"Rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan produk HPTL lainnya diciptakan untuk membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Jika label peringatan kesehatannya disamakan dengan rokok, maka perokok dewasa akan menganggap bahwa produk tersebut tidak berbeda dan tidak tertarik beralih ke produk HPTL," tegas Gede Agus.

Gede Agus meneruskan bahwa jika label peringatan kesehatan produk tersebut disamakan dengan rokok, maka produk HPTL bisa dianggap pula memiliki risiko yang sama dengan rokok.

"Ini yang harus dipahami dengan baik. Produk HPTL itu berbeda dengan rokok dan memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok, seperti yang telah disimpulkan pada berbagai hasil kajian ilmiah yang ada. Atas pertimbangan tersebut, maka kami sepakat agar label peringatan kesehatannya dibuat berbeda dari rokok," jelasnya.

Selain itu, Pavenas secara aktif juga mengimbau seluruh pemilik toko agar hanya menjual produk-produk yang telah dilekatkan label peringatan kesehatan dan secara tegas tidak menjual produk tersebut kepada anak di bawah umur 18 tahun.

"Kami tidak ingin produk ini disalahgunakan, apalagi dikonsumsi oleh anak di bawah umur 18 tahun, non-perokok, dan ibu hamil," ujar Gede.