LinkAja akuisisi iGrow permudah akses pembiayaan UMKM

Subagyo
·Bacaan 2 menit

LinkAja mengakuisisi PT iGrow Resources Indonesia (iGrow), perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperluas lini bisnis pembiayaan online, terutama bagi sektor produktif UMKM.

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan perluasan lini usaha di bidang pembiayaan merupakan langkah nyata perusahaan dalam memberikan kemudahan akses keuangan dan ekonomi, terutama kepada masyarakat kelas menengah ke bawah serta UMKM.

"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kemandirian ekonomi. Selain itu, dukungan pemegang saham LinkAja juga merupakan salah satu modal utama untuk dapat memberikan layanan pembiayaan yang aman, mudah, dan terpercaya," katanya.


Baca juga: LinkAja - SRC kerjasama perluas ekosisitem digital toko kelontong

Didukung jaringan ekosistem yang kuat di berbagai daerah di luar pulau Jawa serta kota tier 2 dan 3, LinkAja berharap dapat memberikan pemerataan akses pembiayaan terhadap pelaku UMKM yang selama ini masih terfokus di pulau Jawa dan kota tier 1.

Haryati mengatakan lini usaha pembiayaan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi ketahanan dan kemajuan bisnis UMKM terutama di tengah pandemi COVID-19.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT iGrow Resource Indonesia (iGrow) Jim Oklahoma mengapresiasi berhasilnya kolaborasi dengan LinkAja yang merupakan perusahaan yang dibentuk dari kolaborasi pemegang saham antara BUMN dan perusahaan teknologi besar.

"Hal ini akan mempercepat visi dan misi iGrow untuk memberikan impact (dampak) ke UMKM dan dapat menjadikan iGrow sebagai salah satu pemain utama di bidang pembiayaan sektor produktif," ungkap Jim.

Baca juga: Layanan Syariah LinkAja raih 2,5 juta pengguna dalam setahun


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pelaku UMKM saat ini sudah mencapai 64 juta dengan pertumbuhan 2,02 persen setiap tahunnya.

Namun, UMKM masih mengalami sejumlah kendala, seperti kurangnya informasi dan akses pembiayaan untuk pengembangan usaha. Berdasarkan data OJK per Desember 2020, total penyaluran pembiayaan online baru meningkat sebesar 26,5 persen dibandingkan tahun 2019.


Baca juga: Investasi Gojek di LinkAja percepat target inklusi keuangan

Baca juga: LinkAja raih investasi dari Gojek