Lionel Messi dan Pique Jadi Target Utama Barcagate?

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 1 menit

VIVA – Skandal di Barcelona, Barçagate, mencuat awal pekan ini. Menyusul penggeledahan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap kantor klub pada Senin pagi kemarin dan mantan presiden Josep Maria Bartomeu ditahan untuk diinterogasi.

Tuduhannya adalah bahwa klub menyewa jasa perusahaan media sosial, I3 Ventures, untuk bertindak mencoreng reputasi sejumlah orang yang berkaitan dengan klub termasuk para pemain, calon presiden, dan mantan pemain serta pelatih.

Beberapa bintang Barcelona dikabarkan menjadi sasaran I3 Ventures. Dua pemain yang paling disorot adalah Lionel Messi dan Gerard Piqué. Pasalnya, keduanya dikenal sebagai dua pemain yang hobi mengkritik kebijakan klub.

Dilansir laman olahraga Spanyol, as.com, Messi dan Piqué yang kerap mengkritik manajemen klub, diduga menjadi dua target utama kasus Barçagate, dengan akun profil palsu yang bertujuan menodai reputasi kedua pemain tersebut.

Dalam kasus Messi, situasinya mencapai titik didih ketika sang pemain mengirimkan surat resmi kepada klub yang menuntut untuk meninggalkan klub. Surat ini bocor ke publik dan menjadi alat sejumlah akun untuk menghujat Messi.

Dalam kasus Piqué, bek Barcelona itu kerap dikritik karena aktivitas bisnisnya yang dianggap mempengaruhi kemampuannya sebagai pemain. Pique pun mengatakan "keterlaluan" bahwa klub rela mengeluarkan uang untuk mengkritik pemain sendiri.

Piqué menuntut penjelasan Barçagate dari Bartomeu. Piqué pun mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Bartomeu tentang akun media sosial: “Saya meminta penjelasannya dan dia mengatakan kepada saya, 'Gerard, saya tidak tahu'."

"Dan saya percaya padanya (Bartomeu). Tapi kemudian Anda melihat selanjutnya, orang-orang yang bertanggung jawab mengatur layanan (I3 Ventures) ini ternyata bekerja di klub ini (Barcelona)," lanjut Pique geram.

Seperti yang diungkapkan oleh stasiun radio Spanyol Cadena SER, layanan media sosial ini awalnya lebih dari sekedar untuk tujuan menyerang sejumlah pemain. Namun untuk menjaga citra direksi klub yang kerap dirundung isu tidak sedap.