Lionel Messi Dihujat Setien, Dibela Koeman

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelatih Barcelona, Ronald Koeman menegaskan dia senang menangani Lionel Messi musim ini. Koeman sekaligus menepis klaim mantan pelatih Barcelona Quique Setien yang menghujat Messi menjadi biang masalah di internal Barcelona.

"Bagi saya, Leo adalah pemain yang sangat bagus. Terbaik di dunia. Setiap hari, saya melihat ambisi dan mental juara dia. Saya tak mengalami kesulitan berkomunikasi dengannya," kata Koeman dilansir Tribal Football, Rabu 4 November 2020.

"Bagi saya, dia adalah kapten. Saya berbicara dengan Messi setiap minggu tentang hal-hal di lapangan dan di kamar ganti. Saya tidak setuju dengan Setien, tapi saya menghormatinya jika dia berpikir seperti itu," lanjut Koeman.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan pelatih Barcelona, Quique Setien pernah mengancam mengusir Lionel Messi pada musim lalu. Ini tidak terlepas dari sikap kapten Barcelona tersebut yang terlihat membangkang terhadap sosok pelatih.

Pertandingan tandang menghadapi Celta Vigo pada musim lalu mengungkapkan bagaimana kurangnya keharmonisan antara Setien dan para pemainnya, bahkan Messi mengabaikan instruksi asisten pelatih Eder Sarabia selama jeda.

Kini, Setien membeberkan apa yang ia ungkapkan kepada Messi hari itu. "Jika Anda tidak menyukai apa yang saya katakan, itu pintunya," kata Setien kepada Messi saat itu, menurut program Que T'hi Jugues, dilansir Tribal Football.

Jawaban keras Setien yang memberikan peringatan keras ini datang karena Messi tidak suka nada yang dia tujukan kepada para pemain saat mencela mereka atas kesalahan yang mengakibatkan Barcelona meraih hasil imbang di Balaidos.

Superstar asal Argentina tersebut pada saat itu meminta pelatih untuk menunjukkan rasa hormat kepada para pemain, yang telah memenangkan segalanya dan yang memiliki rekam jejak yang jauh lebih luas daripada Setien.

Pada titik inilah Setien menantang Messi untuk keluar jika tidak senang dengan kepemimpinannya. Namun kapten Barcelona tersebut tidak menanggapi tantangan pelatih berusia 62 tahun ini dan hanya tersenyum kepadanya.

Pada akhirnya, Setien yang justru mengakhiri karier dengan cepat di Barcelona. Setien yang ditunjuk melatih Barcelona pada Januari 2020 lalu harus menerima masa kerjanya sangat singkat di Camp Nou, hanya tujuh bulan.

Pelatih asal Spanyol itu kehilangan pekerjaannya lantaran rentetan hasil buruk yang dituai Barcelona di musim lalu. Yang berujung gagal juara LaLiga dan dihancurkan Bayern Munich 2-8 di Liga Champions.

Selama bekerja untuk Barca, Setien mengaku dihadapkan pada sejumlah kesulitan. Utamanya mengatur sejumlah pemain bintang yang memiliki ego besar di dalam klub. Dan Messi menjadi salah satu pemain yang susah diatur.

Setien menyebut pemain 33 tahun itu terlalu berpengaruh dalam sejumlah keputusan di klub. Ini menyulitkannya bekerja maksimal sebagai pelatih. "Ada beberapa pemain yang sulit untuk diatur, dan Leo adalah salah satunya," katanya.

"Anda harus ingat bahwa dia adalah pemain terbaik dalam sejarah sepakbola dunia. Dan siapa saya untuk coba mengubahnya sebagai pemain?" lanjut Setien yang akhirnya digantikan oleh Ronald Koeman sebagai pelatih Barcelona.