LIPI Punya Alat Pengawasan Suspek COVID-19

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2ET LIPI) meluncurkan sebuah sistem pengawasan untuk suspek COVID-19. Alat tersebut adalah monitoring berbasis wearable device bernama Smart Innovated Monitoring for COVID-19 atau Si-Monic.

Alat itu berwarna biru dan akan digunakan di pergelangan tangan bagi suspek pandemi. Sistem pengawasan itu untuk orang baik terkonfirmasi atau suspek hingga pernah berkontak erat dengan COVID-19. Saat ini Si-Monic telah lolos uji coba secara laboratorium dan fungsional.

Baca: Guru Besar Goib Temukan Cara Atasi Pencemaran Air di Indonesia

Salah satu langkah strategis dalam mempercepat upaya difusi produk riset di Jawa Barat, LIPI telah melakukan kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat (BP2D).

LIPI juga telah menyiapkan 20 unit Si-Monic sejauh ini yang dapat digunakan oleh pasien positif COVID-19 di Jawa Barat.

"Tentunya dengan produk riset yang sudah kami buat ini harapannya bisa diujicoba di Jabar ini bisa ikut memberikan kontribusi bagi penurunan reproduction rate dari COVID-19," kata Kepala P2ET LIPI, Budi Prawara, Selasa, 17 November 2020.

Ia juga menjelaskan jika perangkat tersebut menggunakan teknologi Chip Bluetooth Low Energy atau BLE dengan ID khusus dan terkoneksi dengan internet.

Si-Monic juga bisa disambungkan melalui smartphone atau ponsel pintar lewat aplikasi dengan nama yang sama yang sudah dapat diunduh di PlayStore.

Dengan menggunakan Si-Monic, penggunanya akan bisa dipantau melalui server terpusat. Pengawas akan selalu dapat melihat pergerakan pemakainya. Misalnya, mendapatkan status orang yang menggunakan Si-Monic.

Selain itu informasi mengenai pergerakan dan status orang yang menggunakannya juga selalu diperbarui, termasuk bila mencoba untuk melepas atau menonaktifkan dengan cara apapun.