Lippi mundur, tim nasional China kembali di persimpangan jalan

Shanghai (AFP) - Tim sepak bola nasional China sedang mencari pelatih ketiga tahun ini setelah asosiasi sepak bola negara itu menerima pengunduran diri Marcello Lippi menyusul kekalahan memalukan dari Suriah di kualifikasi Piala Dunia.

Lippi, pelatih berusia 71 tahun yang sukses membawa Italia ke tangga juara Piala Dunia, tidak bisa menyembunyikan kemarahannya di depan media setelah China dipermalukan Suriah 1-2 di Dubai, Kamis.

"Gaji saya sangat tinggi dan saya bertanggung jawab. Saya berhenti sebagai pelatih China," kata Lippi seperti dikutip kantor berita Xinhua.

"Kami bisa mengalahkan lawan yang lebih lemah seperti Maladewa dan Guam, tetapi ketika kami menemukan tim yang lebih kuat seperti Filipina dan Suriah, kami tidak bisa memainkan sepakbola kami sendiri."

Lippi kemudian tiba-tiba meninggalkan konferensi pers.

Beberapa jam kemudian, Asosiasi Sepak Bola Cina (CFA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menerima keputusan Lippi.

"Kami sangat menyesal atas hasil yang tidak memuaskan mengecewakan semua penggemar China," kata CFA.

"CFA akan secara serius merenungkan, membangun kembali tim, dan mencoba yang terbaik di kualifikasi Piala Dunia berikut."

Bagi Suriah, kemenangan tersebut membuat mereka nyaman di puncak Grup A di kualifikasi untuk Piala Dunia 2022 Qatar.

Sementara China tertinggal lima poin di urutan kedua, hanya di atas Filipina dengan selisih gol, sehingga membahayakan peluang mereka lolos ke Piala Dunia.

Ini merupakan tahun yang penuh gejolak bagi sepak bola China dan pengunduran diri Lippi adalah pukulan bagi harapan pemerintah untuk menjadikan negara itu negara adikuasa dalam olahraga.

Lippi, mantan bos Juventus dan Italia ini dilaporkan mendapat gaji 180 juta yuan ($ 25 juta) per tahun untuk menangani China, menjadikannya salah satu pelatih dengan gaji tertinggi di dunia.

Dia sebenarnya sudah meninggalkan jabatannya pada Januari setelah membawa China ke perempat final Piala Asia, dimana mereka kalah 3-0 dari Iran, dan posisi yang ditinggalklan Lippi diambil alih rekan senegaranya Fabio Cannavaro.

Tetapi Cannavaro hanya bertahan dua pertandingan dengan alasan tidak bisa menyeimbangkan pekerjaan karena ia juga merangkap sebagai pelatih klub Liga Super China Guangzhou Evergrande.

Lippi kembali menangani tim nasional China pada Mei, tetapi ia ternyata hanya bisa bertahan sampai enam pertandingan.

China berada di peringkat ke-69 dalam peringkat dunia FIFA dan baru sekali mencapai Piala Dunia, yaitu pada 2002 dan mereka tidak mampu meraih angka atau mencetak satu gol pun.