Lippo Karawaci Yakin Permintaan Rumah Naik Pesat 10 Tahun ke Depan

Fikri Halim
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memperkirakan permintaan properti atau rumah akan meningkat pesat. Setidaknya peningkatan pesat akan terjadi dalam 10 tahun mendatang.

CEO LPKR John Riady meyakini pertumbuhan tingkat kepemilikan rumah sangat besar di Indonesia. Dia mencontohkan, di DKI Jakarta saja tingkat kepemilikan rumah masih di bawah 50 persen.

“Saya percaya bahwa di dalam 10 tahun ke depan tingkat kepemilikan rumah ini akan naik sangat pesat. Tentunya ini merupakan suatu hal yang positif bagi masyarakat Indonesia," ujarnya dikutip dalam keterangan resmi, Kamis, 22 April 2021.

Baca juga: Honor Komisaris Astra 2021 Ditetapkan Rp1,6 Miliar per Bulan

Menurut John, permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar. Di mana pembelinya sekitar 80 persen merupakan pasar perdana. Sekitar 60 persen pembeli tersebut menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Jadi inilah yang saya pikir real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan,” tuturnya.

Sementara itu, insentif perpajakan dari pemerintah di sektor properti berupa relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN), hingga tingginya permintaan pasar dinilai akan mendorong kinerja Lippo Karawaci pada semester kedua tahun ini.

Berdasarkan data, pada kuartal I-2021, LPKR berhasil membukukan marketing sales Rp1,31 triliun, melesat 86 persen year-on-year (yoy) dibandingkan Rp703 miliar pada kuartal I-2020. Penjualan pada kuartal I-2021 didorong oleh klaster rumah tapak segmen kelas menengah yang mewakili 63 persen dari total penjualan.

Lebih dari 50,6 persen marketing sales di kuartal I-2021 dicapai LPKR dengan peluncuran proyek perumahan tapak terbesar Cendana Icon di Lippo Village, yang merupakan penjualan tertinggi LPKR dalam 1 hari selama lebih dari 20 tahun.

Sementara itu, CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menambahkan, strategi LPKR tepat untuk masuk ke segmen harga di bawah Rp1 miliar karena sesuai dengan besarnya permintaan.

"Pasar segmen di bawah Rp1 miliar sangat besar. Masuknya suplai klaster Cendana Icon dari LPKR pastinya menangkap pasar yang selama ini diharapkan," ujarnya.