Lipstik Era Tahun 70-an Laris Manis Dibeli Usai Viral di Media Sosial

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kekuatan kata 'viral' di media sosial nyatanya tidak selalu buruk. Salah satu dampaknya merujuk pada penjualan produk, yakni lipstik dari brand Clinique yang pertama kali diluncurkan tahun 70-an bahkan berhasil ludes terjual.

Dilansir dari CNN, Rabu (22/9/2021), lipstik Clinique Black Honey pertama kali diperkenalkan pada 1971 silam. Menurut Wakil Presiden Senior dan Kepala Pemasaran Global Clinique Carolyn Dawkins, lipstik ini dikenal dengan keserbagunaan dan kemampuan melengkapi penampilan berbagai warna kulit.

Pemulas bibir tersebut memulai debut dalam glassware jar, meniru pot madu merujuk pada penamaan lipstik. Namun, perusahaan memindahkannya ke lini "Almost Lipstick" pada 1989.

Pergeseran itu sempat membuatnya masuk dalam jajaran kebutuhan utama produk kecantikan selama beberapa dekade. Namun belakangan, Black Honey mencuri perhatian kembali ketika para generasi muda mulai tertarik dan membahas lipstik ini di TikTok.

Clinique awalnya merespons tingginya animo pelanggan dengan membuka waiting list untuk produk itu di situs web daripada menandainya dengan "terjual habis." "Lipstik fenomenal #1 Clinique jadi sensasi TikTok. Beli Black Honey sekarang. Kami akan mengirimkannya ketika tersedia kembali," bunyi keterangan produk itu.

Viralnya Black Honey jadi bukti salah satu contoh kisah sukses brand di TikTok. Tren kecantikan yang berasal dari aplikasi berbagi video ini "memiliki efek langsung dalam meningkatkan volume penjualan produk atau merek tertentu," kata Larissa Jensesn, wakil presiden dan analis industri kecantikan dengan firma riset pasar NPD Group.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kehadiran Produk

Lipstik Clinique Black Honey. (Tangkapan Layar clinique.com)
Lipstik Clinique Black Honey. (Tangkapan Layar clinique.com)

Yang diperlukan hanyalah satu video viral yang menarik keterlibatan pengguna TikTok lain dan menginspirasi video berikutnya tentang produk tersebut. Pengguna TikTok telah mengunggah tentang lipstik selama lebih dari sebulan.

Tagar #blackhoney dan #cliniqueblackhoney sejauh ini telah mengumpulkan total lebih dari 36 juta penayangan. Saat produk Clinique mulai terjual habis, pengguna TikTok membagikan "dupe" atau duplikat Black Honey.

Produk dupe dibuat oleh merek kecantikan lain yang sering kali dijual dengan harga lebih murah. Penawaran mereka memiliki warna atau formula yang hampir identik dan menghasilkan efek yang diinginkan.

Harga lipstik Black Honey sendiri 20 dolar AS (Rp284 ribu) dengan berat 0,06 ons. Beberapa lipstik dupe termasuk lipstik Black Cherry dari merek makeup e.l.f dibanderol 5 dolar AS (71 ribu) dan lip balm dari Burt's Bees yang dijual seharga 4,79 dolar AS (Rp68 ribu) di Target.

Gaet Pasar Anak Muda

Ilustrasi TikTok. (dok. Unsplash.com/@franckinjapan)
Ilustrasi TikTok. (dok. Unsplash.com/@franckinjapan)

Pada 8 September 2020, makeup influencer TikTok Mikayla Nogueira mengunggah soal Black Honey yang menarik lebih dari 10 juta views. Fenomena ini sukses mencuri perhatian para warganet.

"Saya berusia 48 tahun dan telah menggunakan ini sejak saya berusia 20 tahun," demikian komentar seorang warganet. "Hanya lipstik yang nenek saya izinkan untuk saya pakai saat saya melihatnya bersiap-siap!" lanjut warganet lain.

Dalam videonya, Nogueira berkomentar terkait lipstik ini. "Sudah ada selama beberapa dekade. Saya benar-benar terkejut ketika ini menjadi viral," katanya.

"Demografis yang membeli ini biasanya adalah perempuan dewasa yang lebih tua, jadi untuk melihat perempuan yang lebih muda menggunakannya di TikTok sangat menarik bagi saya," lanjut Nogueira.

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel