Lirik Lagu Anak Kera Jenaka dari Rhoma Irama, Ajak Pendengar Menjaga Alam

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Raja Dangdut Indonesia yakni Rhoma Irama baru saja merilis ulang lagu miliknya yang berjudul Anak Kera. Memiliki judul yang sedikit berbeda yakni Anak Kera Jenaka, lagu ini memiliki pesan moral untuk bisa menjaga merawat alam.

Melalui lirik lagu Anak Kera Jenaka, diceritakan bahwa anak kera tersesat tidak bisa kembali ke rumahnya setelah bermain-main di pantai. Hal ini menyiratkan bahwa tempat tinggal kera yang sebenarnya adalah hutan.

Tentunya lirik ini menyampaikan pesan yang kuat agar masyarakat bisa menghindari kegiatan yang merugikan kera dan hewan lainnya seperti perdagangan satwa liar dan juga aksi perusakan lingkungan.

Anda bisa menyaksikan video klip lagu Anak Kera Jenaka melalui aplikasi Vidio yang telah diunggah oleh kanal GP Records. Sambil menyaksikan lagunya, Anda bisa ikut bernyanyi dengan lirik Anak Kera Jenaka yang tersedia di bawah ini.

Anak Kera Jenaka

Gaya pedangdut Rhoma Irama saat tampil dalam acara Indonesian Dangdut Awards 2018 di Studio 5 Indosiar, Jakarta, Jumat (12/10). Rhoma Irama membawakan lagu Euphoria dan Musik. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Gaya pedangdut Rhoma Irama saat tampil dalam acara Indonesian Dangdut Awards 2018 di Studio 5 Indosiar, Jakarta, Jumat (12/10). Rhoma Irama membawakan lagu Euphoria dan Musik. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Seekor anak kera

Yang nakal tetapi sangat jenaka

Pergi ke tepi pantai

Tujuannya untuk bermain-main

Ia pergi sendirian tanpa setahu induknya

Setiba di tepi pantai

Dia bermain-main

Berlari-lari mengejar ombak

Menari-nari sambil teriak

Setelah puas bermain dia pun ingin pulang

Mencari-cari jalan kembali

Tapi tidak ditemui

Menangislah akhirnya menyesali dirinya

Untung ketika itu

Lalu di sana seorang nelayan

Anak kera jenaka

Kemudian dibawanya bersama

Dibawa ke dalam hutan tempat asalnya semula

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel