Listrik Padam, Produksi Oksigen PT Samator Kendal Terhenti

·Bacaan 2 menit

VIVA - Produksi oksigen di PT Samator Jawa Tengah di Kendal sempat terhenti karena padamnya listrik. Kejadian itu berlangsung sejak Sabtu, 10 Juli 2021, siang, hingga petang. Aliran listrik baru menyala malam harinya, namun untuk memulai produksi oksigen, mesin di Samator membutuhkan waktu sekitar 10 jam setelah mesin menyala.

Humas Samator Kendal, Ikhsan, mengatakan aliran listrik padam sekitar pukul 12.00 siang kemarin. Listrik baru menyala sekitar pukul 18.00 sore.

"Listrik mati, dampaknya kita mesin mati. Jadi otomatis tidak bisa produksi. Setelah hidup pun, kami butuh waktu untuk warming up sekitar 6-8 jam, baru liquid bisa diproduksi," katanya.

Tapi, lanjut dia, masalah itu sudah ada penyelesaiannya. Sudah ada bantuan dari PLN.

"Kemarin saat mati listrik, ada pengalihan arus dari jalur Jawa-Bali diarahkan ke sini," katanya.

Selain itu, kata dia, trafo yang rusak di belakang pabrik juga sudah diperbaiki.

"Nanti informasinya akan ada lagi penambahan mesin khusus, yang didatangkan dari Jakarta," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Terima Bantuan 1.000 Alat Bantu Pernapasan dari Australia

Mendengar kabar itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengontak PLN untuk segera memperbaiki, serta meminta Kapolda Jateng bersama timnya mengawal distribusi oksigen dari Jabar ke Jateng. Ia kemudian mendatangi pabrik Samator Kendal, Minggu, 11 Juli 2021, pagi.

"Dari PLN sudah bergerak dengan mengalihkan aliran ke pabrik ini. Karena oksigen sekarang masuk sebagai produksi sangat vital, maka solusinya harus cepat. Tapi problemnya tidak berhenti sampai di situ. Setelah listrik menyala, ternyata butuh waktu sekitar 10 jam untuk bisa menghasilkan oksigen," kata Ganjar.

Akibat kejadian itu, cadangan oksigen di Jateng hilang sekitar 60 ton. Untuk itu, dia tadi malam sudah meminta pengiriman pasokan oksigen dari Jabar dipercepat dan meminta Kapolda beserta timnya untuk mengawal.

"Saya kontak-kontakan dengan pak Kapolda, mereka mengawal dari Cilegon. Pak Menko Marinvest juga telpon saya untuk memastikan. Hari ini saya cek, kiriman dari Cilegon sudah datang satu. Kita pakai dulu, yang lain mungkin sebentar lagi," katanya.

Dari satu tangki oksigen yang sudah datang itu, sebagian sudah dikirim untuk pemenuhan oksigen di Semarang dan Rembang yang sudah dikirim pagi tadi. Sementara satu tangki lagi sedang diisi untuk keperluan pasokan di Boyolali.

"Jadi prosesnya berjalan, sudah dikirim ke daerah. Saya minta ada yang memantau," katanya.

Ganjar menegaskan sudah komunikasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik di pabrik oksigen itu aman.

"Hari ini ada rapat dengan Direktur PLN terkait hal ini. Harapan saya, ada backup energi untuk menjaga keajegan suplai di sini," katanya.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/ tvOne

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel