Listyo Sigit Prabowo, Antara Ketum PB ISSI atau Bertahan di PP PBSI

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kini tengah jadi rebutan. Uniknya, dia diperebutkan dua pengurus cabang olahraga, PP PBSI dan PB ISSI.

Ya, Listyo memunculkan polemik setelah namanya terpampang sebagai pengurus di dua induk cabang olahraga tersebut.

Bersama PB ISSI, dia baru saja terpilih sebagai Ketua Umum pada Munaslub yang digelar Sabtu 3 April 2021. Listyo menggantikan Ketum sebelumnya, Raja Sapta Oktohari, yang kini menjabat sebagai Presiden NOC.

Padahal, sebelumnya dia juga sudah mengemban jabatan sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI. Di luar cabor, Listyo merupakan Kapolri aktif yang baru saja ditunjuk pada Januari 2021 silam.

Tentu, memiliki jabatan di dua induk cabor menimbulkan masalah baru. Pasalnya, PBSI telah melarang siapa pun anggotanya untuk rangkap jabatan demi menghindari konflik kepentingan.

Hal itu tertuang dalam AD/ART PP PBSI Pasal 14 ayat 2 butir g: "Semua jabatan di pengurus pusat/pengurus provinsi/pengurus kabupaten/kota tidak boleh rangkap jabatan di semua tingkatan cabang olahraga lain selain cabang olahraga bulutangkis."

Dan dengan terpilihnya Listyo sebagai Ketum PB ISSI, dia sudah jelas menyalahi aturan yang dibuat oleh PBSI.

Kepala bidang Humas dan Media, Broto Happy, juga membenarkan hal tersebut. Dia menyebut Listyo harus memilih salah satu karena rangkap jabatan adalah hal yang dilarang oleh PBSI.

"Dari Wasekjen Pak Edi Sukarno, semua keputusan tinggal ada di Sekjen PP PBSI Pak Listyo Sigit untuk memutuskan. Memilih tetap sebagai Sekjen PP PBSI atau menjadi Ketua Umum PP ISSI," ujar Broto Happy ketika dikonfimasi awak media.

Namun, sejauh ini, dikatakan Broto, Listyo masih menjabat sebagai Sekjen PP PBSI. Listyo pun belum memberikan keterangan terbaru soal polemik ini.

Di sisi lain, PB ISSI memberikan pernyataan berbeda dengan PBSI. Menurut Ketua Steering Comitte Munaslub PB ISSI, Jadi Rajagukguk, mengatakan tidak ada permasalahan dalam rangkap jabatan di PB ISSI.

"Di AD/ART tidak ada pembahasan mengenai rangkap jabatan. Saya kira akan kembali ke Ketua Umum terpilih nantinya. Tidak ada masalah buat kita (dengan jabatan sebagai Sekjen PBSI)," kata Jadi Rajagukguk.