Literasi adalah Kemampuan Menulis dan Membaca, Kenali Jenis dan Tujuannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Menurut UNESCO, pemahaman seseorang mengenai literasi akan dipengaruhi oleh kompetensi bidang akademik, konteks nasional, institusi, nilai-nilai budaya serta pengalaman.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Namun, makna literasi sebenarnya memiliki pemahaman yang lebih kompleks dan dinamis, tidak hanya dipahami sebagai kemampuan baca dan menulis.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (15/2/2021) tentang literasi adalah.

Literasi adalah

Literasi adalah (Foto:Ilustrasi)
Literasi adalah (Foto:Ilustrasi)

Dalam bahasa Latin, istilah literasi disebut sebagai literatus, artinya adalah orang yang belajar. Untuk memahami literasi, terdapat beberapa pengertian menurut para ahli. Elizabeth Sulzby, seorang professor dari University of Michigan memaknai literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi; membaca, berbicara, menyimak dan menulis.

Sementara itu, dalam kamus online Merriam-Webster, dijelaskan bahwa literasi adalah kemampuan atau kualitas melek aksara dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan mengenali serta memahami ide-ide secara visual.

Beberapa institusi dunia juga memiliki pendefinisian. Berikut beberapa pengertian literasi menurut beberapa institusi dunia.

National Institute for Literacy, memberikan pemahaman bahwa literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Pemahaman ini memposisikan literasi secara kontekstual lingkungan. Tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi juga merespon lingkungan.

UNESCO merupakan organisasi yang berada di bawah payung PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Organisasi internasional ini bergerak khusus menangani bidang pendidikan, sains, dan kebudayaan. UNESCO memberikan pengertian literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh, siapa yang memperoleh, dan bagaimana cara memperolehnya.

Sementara itu, Education Development Center (EDC) memahami literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Sejalan dengan kemampuan tersebut, ketika seseorang dapat memaknai literasi, seseorang dapat membaca dunia.

Jenis-Jenis Literasi

Jenis-Jenis Literasi
Jenis-Jenis Literasi

Meskipun terdapat beberapa pengertian terhadap literasi, akan tetapi konsep dasar literasi berada pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi dibedakan berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis literasi adalah sebagai berikut:

1. Literasi Dasar

Literasi dasar merupakan kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung, dan mendengarkan. Literasi ini merupakan pondasi awal untuk modal seseorang berkomunikasi. Literasi ini bertujuan untuk mampu mengoptimalkan kemampuan untuk berhitung, berkomunikasi, serta baca tulis.

2. Literasi Media

Literasi media merupakan kemampuan untuk seseorang dapat memahami dan mengerti berbagai bentuk media dan cara pengoperasiannya. Media di sini tidak hanya terbatas pada media cetak maupun elektronik.

3. Literasi Visual

Literasi visual merupakan literasi yang menitik beratkan pada kemampuan seseorang dalam menginterpretasikan dan memahami suatu informasi dalam bentuk visual. Literasi jenis ini berangkat dari pemahaman bahwa visual/gambar dapat dibaca. Bentuk visual/gambar mampu dikomunikasikan sebagai sebuah bacaan.

4. Literasi Perpustakaan

Literasi perpustakaan melibatkan karya tulis fiksi maupun non-fiksi,melibatkan indeks dan katalog. Literasi perpustakaan merupakan kemampuan memahami, membedakan karya tulis, dan mengetahui cara pemakaian dari indeks dan katalog. Kemampuan memahami informasi pada literasi perpustakaan juga berguna untuk dapat membuat karya tulis maupun penelitian.

5. Literasi Teknologi

Literasi teknologi merupakan literasi yang berkaitan dengan teknologi. Literasi teknologi merupakan kemampuan untuk menggunakan internet, mengerti hardware dan software, serta memahami etika penggunaan teknologi.

Tujuan dan Cara Mendukung Pengembangan Literasi

Ilustrasi Literasi. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Literasi. Credit: pexels.com/pixabay

Meleknya literasi pada seseorang berbanding lurus dengan meningkatkan kualitas seseorang. Literasi dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menyimpulkan dan merespon lingkungan. Sehingga dengan begitu pengetahuan dalam masyarakat menjadi meningkat. Melek literasi juga diharapkan mampu membuat seseorang untuk dapat memberikan penilaian kritis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi.

Cara mendukung pengembangan literasiPengembangan literasi harus menjadi upaya gabungan antara rumah dan sekolah. Berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mendukung keterampilan literasi pelajar usia dini:

Dorongan membaca. Membaca adalah pilar pertama literasi, jadi doronglah pelajar muda untuk membenamkan diri di dalamnya secara sering dan mendalam. Ini harus melibatkan eksposur ke berbagai genre yang berbeda, seperti surat kabar, novel, komik, majalah, film, materi referensi, dan situs web.

Diskusikan teks bersama. Mendiskusikan secara aktif apa yang telah dibaca mendorong peserta didik untuk membuat koneksi dan berpikir secara mendalam tentang ide-ide yang terkandung dalam teks. Tindak lanjuti membaca atau melihat teks dengan diskusi tentang apa yang membuat pelajar berpikir dan merasakan.

Manfaatkan perpustakaan.

Melibatkan anak-anak dalam sejumlah besar teks mendorong mereka untuk menyelami dan menjelajah. Tidak ada tempat yang lebih baik untuk melakukan ini selain sekolah atau perpustakaan komunitas.