Literasi digital masyarakat masih perlu ditingkatkan

·Bacaan 2 menit

Kementerian Komunikasi dan Informatika melihat literasi digital masyarakat perlu ditingkatkan dari kemampuan saat ini yang tergolong masih dalam kategori "sedang".

"Hal ini berarti Indonesia masih punya pekerjaan rumah dalam meningkatkan kecakapan digital masyarakat secara merata," kata Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto, saat acara bersama Ruangguru, Rabu.

Kementerian Kominfo dan Katadata Insight Center pada Survei Indeks Literasi Digital Nasional 2020 menemukan tingkat literasi digital masyarakat secara umum termasuk kategori sedang, dari skala 1 sampai 5.

Berdasarkan survei tersebut, nilai tertinggi literasi digital adalah untuk kemampuan informasi dan literasi data serta kemampuan teknologi, yaitu skor 3,66.

Pada kemampuan keamanan digital, literasi masyarakat berada di angka 3,38, sementara pada kemampuan komunikasi dan kolaborasi berada di skor 3,17.

Kemampuan literasi digital masyarakat semakin mendesak karena sekarang ini Indonesia sedang berada di masa percepatan transformasi digital. Untuk mencapai hal tersebut, perlu sumber daya manusia yang berkualitas dalam aspek literasi digital.

Menurut Bonifasius, masyarakat tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat yang tersambung ke internet sehari-hari, namun, juga bagaimana mengoptimalkan penggunaan gawai supaya bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

"Salah satu nilai penting, kemampuan berpikir kritis tentang media dan data. Ini sangat penting," kata Bonifasius.

Kominfo saat ini memiliki program Indonesia Makin Cakap Digital untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat. Program ini bermitra dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dengan empat kurikulum yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital dan keamanan digital.

Pemerintah menargetkan gerakan ini bisa menjangkau 12,4 juta peserta setiap tahun. Pada tahun 2024 nanti, program Indonesia Makin Cakap Digital ini diharapkan bisa melatih 50 juta masyarakat.

Program ini antara lain berupa kelas dalam jaringan, yang bisa diakses di aplikasi Siberkreasi.

Baca juga: SDM berperan kunci wujudkan ekosistem digital inklusif dan akseleratif

Baca juga: Kominfo identifikasi 1.971 isu hoaks COVID-19 sejak Januari 2020

Baca juga: Peneliti: Amankan transaksi keuangan digital dengan literasi memadai

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel