Literasi dorong UMKM adopsi digital dan ekonomi nasional

·Bacaan 2 menit

Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) M. Arsjad Rasjid mengatakan literasi yang digencarkan pemerintah merupakan solusi untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengadopsi teknologi digital serta meningkatkan produktivitas dan berdampak positif bagi perekonomian nasional.

"Digitalisasi adalah solusi yang paling optimal. Dengan membantu mereka mendigitalkan layanan atau operasi mereka, diharapkan bisa membantu produktivitas, meningkatkan revenue, dan mendorong ekonomi nasional," kata Arsjad dalam pembukaan seminar web "Unleashing Exponential Growth of Indonesia through Digitalization of MSME" oleh Dayaqarsa, Rabu.

Arsjad mengatakan digitalisasi merupakan solusi bagi permasalahan UMKM lainnya. Ia menyebutkan setidaknya terdapat enam masalah yang dihadapi UMKM. Pertama adalah sumber daya manusia (SDM), operasional, promosi dan penjualan, serta edukasi para pemain.

Baca juga: Literasi digital jadi tantangan utama dorong UMKM naik kelas

Lebih lanjut, adalah bagaimana kebanyakan pelaku UMKM di Indonesia terus didorong untuk membuat bisnis karena alasan kebutuhan (necessity) alih-alih peluang (opportunity). Isu lainnya yang tak kalah penting adalah keuangan dan pendanaan.

"Sebanyak 70 persen UMKM belum mendapatkan dukungan pembiayaan. Hal ini bisa diminalisir dari digitalisasi. Platform pembiayaan online digital memanfaatkan big data makro dan mikro, dan ini memungkinkan proses administratif menjadi lebih efisien," jelas Arsjad.

"Diharapkan, upaya ini bisa menyalurkan dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung. Pembiayaan ini diharapkan bisa membuka peluang lebih lanjut untuk ekspansi bisnis dan produktivitas," ujarnya melanjutkan.

Baca juga: Akses internet tantangan terbesar capai target literasi digital

Arsjad memaparkan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

Lebih dari 90 persen dari jumlah perusahaan di Indonesia terdiri dari UMKM, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 57,24 persen. UMKM juga berkontribusi menyerap banyak tenaga kerja (97 persen).

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Kemajuan UMKM baik dari sisi produktivitas dan output akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia. Peluang itu bisa menjadi harapan untuk (kemajuan ekonomi) Indonesia ke depannya," kata Arsjad.

Baca juga: Kominfo: Masyarakat berperan dalam akselerasi transformasi digital

Baca juga: Kominfo gencarkan literasi digital di Papua Barat

Baca juga: Literasi bisnis digital penting untuk ekonomi kreatif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel