Literasi Keuangan di Indonesia Perlu Ditingkatkan

Merdeka.com - Merdeka.com - CEO dan Co-founder Ternak Uang Raymond Chin, mengatakan, literasi keuangan adalah pengetahuan fundamental yang perlu dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat.

"Penting untuk memulai edukasi ini sejak dini, khususnya dimulai dari kalangan pelajar dan mahasiswa," kata dia dalam keterangannya, Kamis (2/6).

Perlu diketahui, Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat besarnya kerugian masyarakat akibat investasi bodong. SWI menyebut, total kerugian masyarakat akibat investasi bodong mencapai hingga Rp 117 triliun sepanjang periode 2011-2021.

Sementara itu, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.

"Ini menandakan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tergolong rendah," jelasnya.

Maka itu, pihaknya ingin berkontribusi terkait literasi keuangan dengan menggelar Ternak Uang (TU) for Students. Ternak Uang (TU) for Students merupakan program pelatihan keuangan, mulai dari personal finance, produk investasi, sampai dengan business & career, yang secara terbuka diadakan untuk seluruh pelajar di Indonesia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai keuangan dan investasi kepada masyarakat khususnya generasi muda, agar tidak mudah terjebak pada perilaku konsumtif akibat peer pressure, influencer, dan faktor-faktor lainnya.

"Sejak awal, Ternak Uang dibangun untuk membuka akses pendidikan terhadap keuangan dan investasi kepada setiap masyarakat. Harapannya, TU for Students dapat menjadi inisiatif penggerak yang melahirkan inisiatif serupa di kalangan masyarakat yang lebih luas," ungkapnya. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel