Liverpool Alami Kerugian Lebih dari Rp900 Miliar

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVALiverpool mengumumkan secara resmi telah mengalami kerugian finansial. Hitungannya dimulai sejak Mei 2020.

Dari laporan yang diunggah ke laman resmi klub, total kerugian yang dialami tim berjuluk The Reds mencapai 46 juta poundsterling (Rp927 miliar).

Kerugian ini tak lepas dari pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Mereka kehilangan pemasukan dari uang tiket.

Kebijakan tanpa penonton selama pandemi COVID-19 memberi pukulan telak tidak cuma kepada Liverpool, tapi juga semua klub.

Kerugian Liverpool ini disebutkan harusnya bisa lebih besar lagi. Tapi untungnya mereka menjadi juara Premier League musim lalu.

Merujuk tahun sebelumnya atau sebelum adanya pandemi COVID-19, Liverpool bisa mengeruk keuntungan. Ketika itu mereka mendapatkan sekira Rp900 miliar.

Megalami kerugian besar tentu membuat klub semakin panik. Jika kondisi seperti ini terus berlangsung panjang, mereka bisa mengalami krisis lebih parah.

Itu mengapa ada gagasan untuk menggelar Liga Super Eropa. Tim-tim besar lainnya seperti Real Madrid, Barcelona, Juventus, dan yang lainnya mengalami masalah yang sama.

Tapi gagasan menggulirkan Liga Super Eropa malah menuai kritik. Banyak yang menyebut klub-klub tersebut terlalu egois.

FIFA dan UEFA juga ikut mengecam para penggagas. Ancaman sanksi tegas menanti jika Liga Super Eropa tetap dijalankan.