Liverpool Dibantai Leicester, Klopp Ngamuk Gara-gara VAR

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Liverpool, Juergen Klopp meyakini VAR telah menjadi malapetaka bagi timnya saat bertandang ke markas Leicester City.

Liverpool harus pulang dengan tangan hampa setelah dibantai 1-3 di King Power Stadium, Sabtu 13 Februari 2021.

Liverpool sempat mengejutkan tim tuan rumah setelah Mohamed Salah membobol Kasper Schmeichel pada menit ke-67. Keunggulan itu tak bertahan lama. James Maddison berhasil menyamakan kedudukan di menit 78.

Gol sempat dianggap offside. Namun, keputusan berubah setelah wasit melihat Video Assistant Referee (VAR). Gol itu menjadi penanda kehancuran Liverpool.

Hanya berjarak tiga menit, The Foxes sukses membalikkan keadaan setelah Jamer Vardy menaklukkan Alisson untuk kali kedua. Harvey Barnes memastikan kemenangan tuan rumah di menit ke-85.

"Kami kebobolan satu gol, gol yang sangat sulit untuk diambil, itu adalah titik balik dalam permainan VAR. Saya telah melihatnya dan ketika mereka menghentikan situasi itu terlihat jelas offside. Itu saja," kata Klopp kepada BT Sport.

"Gol kedua adalah kesalahpahaman. Di lapangan kami adalah tim yang dominan. Kami memiliki peluang dan kemudian kami kebobolan dua gol," sambungnya.

Hasil ini sekaligus mencoreng rekor apik Klopp. Kini, untuk pertama kalinya The Reds menderita tiga kekalahan Premier League berturut-turut di bawah Klopp.

Liverpool sekarang melihat dengan cemas, tanpa jaminan bahwa mereka akan finis di empat besar musim ini. Liverpool memang masih di peringkat keempat, namun mereka hanya selisih satu poin dari Chelsea dan West Ham.