Liverpool Dihantam Krisis Bek, Juergen Klopp Ngamuk

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Krisis bek yang dialami Liverpool telah memancing emosi manajer Juergen Klopp. Menurutnya, mimpi buruk yang terjadi di Premier League pada awal musim 2020/21 merupakan dampak dari kegagalan operator dalam menerapkan aturan baru terkait pergantian pemain.

Klopp merasa seharusnya Premier League menyetujui pergantian lima pemain. Pendapat ini keluar berlandaskan atas padatnya jadwal dari kompetisi yang dijalani beberapa klub, termasuk Liverpool.

Dampak yang muncul dari sedikitnya pergantian memang begitu besar. Liverpool mengalami krisis bek, pun dengan Manchester City yang pemainnya banyak dihantam cedera.

Fenomena ini, diakui Klopp, baru sekali disaksikannya. Pria asal Jerman itu pusing dalam menghadapi fenomena ini.

"Sangat berbeda dari segala hal yang pernah saya alami. Pastinya, beda dari pengalaman beberapa pelatih yang sudah malang melintang di Premier League," kata Klopp dilansir Daily Mirror.

"Saya tak yakin mereka mempertimbangkan insiden macam ini ketika memutuskan untuk menggunakan tiga pergantian. Lihat kompetisi lain, terutama di Eropa, yang menggunakan lima pergantian, kami cuma tiga," lanjutnya.

Saat tahu cuma bisa pakai tiga pergantian, Klopp memang pusing. Sebab, kondisi fisik anak-anak asuhnya cukup menurun, setelah absen lama akibat pandemi virus corona COVID-19.

Memang, menurut Klopp sudah seharusnya Premier League memberikan perubahan dalam menghasapi situasi tersebut.

"Di Jerman, padahal mereka punya pertandingan lebih sedikit, tapi masih saja kesulitan," sindir Klopp.