Liverpool Kehilangan Semangat

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kritik terhadap pemain Liverpool dilontarkan oleh John Aldridge. Mantan pemain The Reds itu menganggap skuad asuhan Juergen Klopp telah kehilangan semangatnya.

Aldridge mengutarakan hal ini setelah melihat dalam tiga pertandingan terakhir Liverpool tak pernah menang. Mereka dua kali seri, dan sekali kalah. Akibatnya posisi puncak tidak lagi aman.

Bermain dalam 17 pertandingan musim ini, Liverpool ada di urutan pertama dengan koleksi 33 poin. Tapi di bawahnya ada Manchester United dengan jumlah poin sama tapi baru main dalam 16 laga.

Tren negatif Liverpool ini dimulai ketika bermain imbang 1-1 melawan West Bromwich Albion. Lalu tanpa gol saat melawat ke markas Newcastle United. Terakhir mereka kalah 0-1 dari Southampton.

Menurut Aldridge, Liverpool tidak boleh seperti ini lagi. Ditambah pekan berikutnya mereka akan berhadapan dengan MU. Ini jadi penentu untuk sampai ke akhir musim.

"Ada beberapa alasan mengapa Liverpool goyah saat ini dan pertarungan hari pekan depan melawan MU akan jadi kesempatan sempurna bagi mereka untuk keluar," tutur Aldridge, dikutip dari Tribal Football.

"Kekalahan 0-1 di Southampton adalah penampilan terbwah dari tim juara yang telah mencapai titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Di situlah letak masalah pertama mereka sekarang."

"Ketika Anda mencapai semua yang diimpikan dalam profesi, memulai lagi dan berusaha untuk mengulangi kesuksesan tak pernah mudah," imbuhnya.

Dari segala pencapaian yang ada, dikatakan Aldridge motivasi seolah hilang dalam diri pemain Liverpool. Inilah yang seharusnya dibuang jauh-jauh agar rasa lapar akan kemenangan tetap terjaga.

"Tim ini memenangkan Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan Premier League pada tahun yang luarbiasa dan akan dapat dimengerti jika beberapa pemain cuma duduk dan berpikir mereka sudah mencapai semua yang dibutuhkan."

"Namun, secara tidak sadar, beberapa dorongan motivasi yang ada di sana untuk memenangkan semau trofi untuk pertama kalinya mungkin sekarang berkurang."