Liverpool Vs MU : 13 Memori Duel Pelatih, Masihkah Seperti Superman Bersua Kripton ?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Kalian pasti tahu apa yang terjadi ketika Superman bersua batu dari planet kripton kan?. Yup, sang manusia super bisa mendadak terkapar jika terpapar cahaya atau melihat batu istimewa tersebut.

Ternyata, idiom itu bisa menjadi bagian dari pertarungan Liverpool Vs Manchester United (MU), pada laga lanjutan Liga Inggris 2021/2022, dini hari nanti WIB. Duel tersebut akan memertemukan dua sosok nakhoda asal Jerman, yakni Jurgen Klopp (Liverpool) dan Ralf Rangnick (MU).

Saat ini, Jurgen Klopp termasuk satu di antara pelatih paling cemerlang. Sementara itu, reputasi Rangnick tak terlalu bersinar seperti sang kompatriot.

Secara raihan poin, Jurgen Klopp pun unggul dibanding seniornya tersebut. Sejauh ini, rataan poin pelatih 54 tahun tersebut mencapai 1,86 per pertandingan. Nilai ini jauh lebih baik ketimbang catatan Rangnick yang berada di level 1,69 poin per pertandingan.

Beda Performa

Jurgen Klopp menjadi salah satu manajer tercepat yang mampu koleksi 500 poin, yaitu hanya dalam 236 laga. Didatangkan pada 2015, Klopp benar-benar mengubah nasib Liverpool dengan menyabet gelar pertama Liga Inggris pada musim 2019/20 dan trofi Liga Champions di musim sebelumnya. (AFP/Paul Ellis)
Jurgen Klopp menjadi salah satu manajer tercepat yang mampu koleksi 500 poin, yaitu hanya dalam 236 laga. Didatangkan pada 2015, Klopp benar-benar mengubah nasib Liverpool dengan menyabet gelar pertama Liga Inggris pada musim 2019/20 dan trofi Liga Champions di musim sebelumnya. (AFP/Paul Ellis)

Klopp telah mampu membawa Liverpool ke level tertinggi permainan mereka. Sedangkan Rangnick masih berjuang keras membawa Setan Merah ke jalur yang benar.

Berlatar semua catatan tersebut, tak salah jika publik menunggulkan Jurgen Klopp dalam pertarungan taktiknya kontra Rangnick. Liverpool tak akan kesulitan menggulung MU.

Namun, ada catatan lain yang harus digarisbawahi jelang laga tersebut. Rangnick sejauh ini masih menjadi kriptonit bagi Klopp. Rangnick sangat bagus kala bertemu Klopp.

Pada 13 pertemuan sebelumnya, Rangnick mencatatkan enam kemenangan, lima hasil imbang, dan hanya dua kekalahan. Khusus urusan raihan gol, Rangnick dan anak asuhnya lebih apik. Timnya mencatatatkan 21 gol kala bertemu tim besutan Klopp. Sebaliknya, skuad Klopp hanya mampu mencetak 14 gol.

Adu Magnet

Rashford menjadi pahlawan kemenangan Setan Merah. Masuk sejak pertengahan babak kedua, Rashford mencetak gol semata wayang pada menit-menit akhir injury time untuk memastikan raihan poin penuh bagi Manchester United. (AP/Dave Thompson)
Rashford menjadi pahlawan kemenangan Setan Merah. Masuk sejak pertengahan babak kedua, Rashford mencetak gol semata wayang pada menit-menit akhir injury time untuk memastikan raihan poin penuh bagi Manchester United. (AP/Dave Thompson)

Kondisi tersebut membuat adu strategi menjadi sangat penting. Maklum, Liverpool dan MU memiliki ambisi masing-masing, meski semuanya ingin menang.

Liverpool mengincar angka maksimal karena ingin merebut singgasana klasemen sementara dari tangan armada Manchester City. Syaratnya sudah pasti wajib menggulung Cristiano Ronaldo dkk.

Sebaliknya, MU juga tak ingin menyerah begitu saja. Mereka butuh tiga angka demi menjaga kesempatan mengudeta Tottenham Hotspur dari jatah Liga Champions musim depan.

Modal Liverpool dan MU berbeda. Statistik menunjukkan, Liverpool tak pernah kalah pada tujuh laga kontra MU, dengan rincian 4 menang dan 3 seri. MU juga gagal mencetak gol pada empat dari lima lawatan terakhir ke Anfield di panggung Liga Inggris.

Satu-satunya gol MU pada laga awat ke markas Liverpool lahir via Jesse Lingard, ketika mereka kalah 1-3 di bulan Desember 2018. Tak hanya itu, Liverpool selalu menang dalam 10 pertandingan kandang terakhir di Premier League, dan tak terkalahkan di Anfield musim ini.

MU Masih Sanggup?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel