Lizzy Eks After School Dituntut Setahun Penjara atas Kasus Mengemudi Sambil Mabuk

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Seoul - Kasus hukum yang membelit Lizzy Eks After School kini telah masuk ke proses persidangan. Diwartakan Koreaboo, persidangan perdana digelar pada hari ini, Senin (27/9/2021) pagi dengan agenda pembacaan tuntutan atas kasus mengemudi sambil mabuk.

Persidangan digelar di Pengadilan Distrik Seoul Pusat. Jaksa menuntut agar wanita 29 tahun ini dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Seperti diketahui insiden mengemudi sambil mabuk ini dilakukan sang idola bernama lain Park Soo Ah atau Park Soo Young pada Mei lalu.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menabrak Taksi

Lizzy eks After School. (Instagram/ luvlyzzy)
Lizzy eks After School. (Instagram/ luvlyzzy)

Pada 18 Mei 2021, sekitar pukul 10 malam waktu setempat, Lizzy Eks After School berkendara di daerah Cheongdam, Gangnam. Pelantun "Catallena" ini menabrak taksi, tapi untungnya tak ada yang terluka dalam kejadian ini.

Kadar Alkohol dalam Darah

Lizzy eks After School. (Instagram/ luvlyzzy)
Lizzy eks After School. (Instagram/ luvlyzzy)

Setelah insiden tersebut, ia menjalani tes untuk mengukur kandungan alkohol dalam darahnya. Hasilnya, angka lebih tinggi dari 0,08 persen, yang sudah cukup untuk membuat SIM miliknya dicabut.

Sesi Live Instagram

Lizzy eks After School saat menggelar sesi Instagram Live. (Foto via Koreaboo)
Lizzy eks After School saat menggelar sesi Instagram Live. (Foto via Koreaboo)

Lizzy sendiri akhirnya tampil di media sosial dalam sesi Instagram Live pada September lalu. Sambil berurai air mata, ia mengucap permintaan maaf, sekaligus mengungkap rasa frustrasi atas pemberitaan media terkait kasusnya.

"Sopir taksinya tak terluka parah, tapi media menulis seakan-akan begitu. Kelihatannya mereka ingin aku mati," keluh Lizzy.

Akui Kesalahan

Ia juga menceritakan komentar pedas yang menyakiti hatinya.

"Semua orang melewati masa sulit dalam hidupnya. Orang berkata kepadaku untuk 'mengambil nyawaku sendiri' karena situasi ini... Aku tahu telah membuat kesalahan dan aku yang salah. Maafkan aku. Maafkan aku," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel