LKBN ANTARA gelar pelatihan UMKM di kaki Gunung Rinjani

Perum LKBN ANTARA menggelar pelatihan dasar pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di kaki Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Pelatihan ini bertujuan agar UMKM terus maju seindah pemandangan Gunung Rinjani," kata Direktur Keuangan, MSDM dan Manajemen Risiko Perum LKBN ANTARA, Nina Kurnia Dewi saat membuka acara pelatihan UMKM di Sembalun, Jumat.

Baca juga: Perum LKBN ANTARA pasang tugu merah putih di dasar laut Natuna

Ia mengatakan dalam menjalankan usaha yang harus dilakukan adalah membangun kepercayaan dan tetap fokus terhadap usaha yang jalankan. "Fokus pada usaha yang dijalankan," katanya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan usaha dan produk para pelaku UMKM agar dikenal wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, pelatihan pemasaran ini bisa memberikan dampak positif bagi UMKM untuk memiliki pelanggan tetap, sehingga usaha terus berjalan.

"Kuncinya di pemasaran untuk pengembangan usaha," katanya.

LKBN ANTARA diminta oleh Menteri BUMN, Erick Tohir untuk melaksanakan tiga bidang, yakni pendidikan, lingkungan dan UMKM. Sehingga, Antara saat ini hadir di bidang UMKM. Dari hasil riset di wilayah Sembalun memiliki potensi ekonomi dan pariwisata cukup beragam.

"Kita mengumpulkan pelaku UMKM hari ini untuk membantu mereka meningkatkan pemasaran produk yang dihasilkan. Kita pulih lebih cepat dan lebih kuat," katanya.

Baca juga: UMKM keluhkan sulitnya mengakses KUR BNI Lombok Timur

Baca juga: Redaktur nasional LKBN ANTARA raih suara terbanyak calon rektor UMPR

Sementara itu, Camat Sembalun Martawi mengatakan potensi perkembangan UMKM di daerah luar biasa, karena secara umum adalah wilayah pertanian dan memiliki produk unggulan, seperti jambu mente, kopi, stroberi dan apel. "Ini menjadi tujuan wisata, karena masuk dalam agrowisata," katanya.

Ia menyambut baik kegiatan pelatihan pemasaran yang dilaksanakan LKBN ANTARA dan diharapkan bisa membantu UMKM untuk meningkatkan penjualan produknya. "Kendala yang dihadapi pelaku UMKM adalah pemasaran. Kegiatan ini sangat penting diberikan kepada pelaku UMKM untuk bangkit setelah pandemi ini," katanya.