LKS kelas 3 SD berisi resep awet muda dengan isap ganja

MERDEKA.COM, Belum lama ini, gambar bintang porno Miyabi nongol di lembar kerja siswa (LKS) di sekolah Jawa Timur. Kali ini ada LKS Bahasa Jawa kelas 3 SD ada kata pesan yang tidak pantas.

Dalam buku LKS Bahasa Jawa kelas 3 tersebut diceritakan, seorang kakek mempunyai mempunyai resep awet muda. Resep tersebut berupa kebiasaan madat atau mengisap ganja sebelum tidur, minum-minuman keras 2 botol dan menghabiskan rokok 2 bungkus.

Ajaran yang dianggap tak pantas dikonsumsi siswa SD tersebut terdapat dalam LKS Fokus Bahasa Jawa untuk kelas 3, yang diterbitkan oleh CV Sindunata Sukoharjo, Jawa Tengah. LKS yang dianggap bermasalah itu sudah digunakan selama setengah semester ini.

Karena terjadi polemik, pihak penerbit siap menarik LKS. "Yang kami edarkan sejak pertengahan tahun ini sudah ada 5000 eksemplar di Jawa Tengah. Kami siap menariknya kembali jika ada perintah dari Dinas Pendidikan" ujar Manager CV Sindunata Sukoharjo Yatim Arohmah di kantornya, Senin (12/11).

Yatim mengatakan, pihaknya sebenarnya mempunyai niatan baik dengan mencetak LKS tersebut. Yakni ingin ikut mencerdaskan bangsa sesuai visi dan misi pendidikan nasional. Yatim juga membantah jika pembuatan LKS tersebut tanpa pertimbangan matang.

LKS yang dibuat CV Sindunata, menurut Yatim, bukan hanya beredar di Kudus saja. Namun sudah beredar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk kota Solo.

Di kota-kota atau kabupaten lain LKS yang beredar tidak bermasalah. Tetapi di Kudus oleh salah satu SD, LKS tersebut dianggap bermasalah.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.