LLDikti dorong perguruan tinggi jadi lahirkan talenta digital

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Dr Paristiyanti Nurwadani mendorong perguruan tinggi di Jakarta untuk berperan dalam melahirkan talenta digital.

“Kami mendorong perguruan tinggi di Jakarta khususnya Universitas Tarumanagara untuk menjadi pelopor dan menginspirasi bagaimana Jakarta menjadi model talenta nasional,” ujar Paristiyanti dalam pelantikan Yayasan Tarumanagara periode 2022-2027 yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan Presiden Jokowi menargetkan terdapat setidaknya sebanyak sembilan juta talenta digital dalam kurun waktu 15 tahun ke depan.

Baca juga: UMM-LLDIKTI-Korpri deklarasikan Kampus Bersinar dan antikekerasan

“Paling tidak perguruan tinggi di Jakarta turut berperan dalam memenuhi target tersebut, karena di Jakarta terdapat 10 persen dosen dari jumlah dosen di Tanah Air,” tambah dia.

Ketua Yayasan Universitas Tarumanagara, Assoc Prof Dr Ariawan Gunadi, mengatakan pelantikan tersebut merupakan tantangan bagi para pengurus karena harus melakukan konsolidasi dengan unit yang ada dibawahnya.

“Dengan kolaborasi ini kita bisa memiliki daya kompetisi untuk memberikan kontribusi pada bangsa,” kata Ariawan.

Ariawan menambahkan pihak kampus harus berupaya memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat seiring dengan perkembangan zaman. Sejumlah program studi pun banyak yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Dalam kesempatan itu, Ariawan berharap agar kampus tersebut tidak menjadi kampus stunting yakni kampus berdiri dan tidak lama kemudian tutup operasionalnya.

“Kedua kampus yang berdiri tetapi dia tidak mati dan tidak juga berkembang. Ini cukup banyak jumlahnya. Terakhir, kampus yang berdiri, maju dan berkembang. Kami berharap Universitas Tarumanagara ada pada posisi ketiga ini,” harap Ariawan.***3***

Baca juga: LLDIKTI XIV: Program magister pertama dibuka di Papua-Papua Barat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel