LLDIKTI IX ajak UMI bina kampus yang masih berjuang

·Bacaan 1 menit

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) mengajak Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ikut membina kampus yang masih sulit berkembang atau tengah berjuang agar bisa bangkit bersama-sama.

Kepala LLDIKTI IX Sultanbatara Andi Lukman di Makassar, Jumat, mengatakan masih banyak perguruan tinggi di wilayahnya yang masih dalam kondisi sulit dan butuh bantuan agar tetap eksis dalam upaya mencerdaskan masyarakat.

Sementara UMI telah menjadi kampus swasta terbaik dengan akreditasi unggul di daerah itu, tentu memiliki inovasi atau strategi dalam pengembangan kampus.

"Kami di LLDIKTI juga sangat terbatas, Oleh karena itu, saya ingin sekali UMI terlibat dan menjadi pembina bagi kampus-kampus kecil. Mungkin satu atau dua perguruan tinggi yang bisa dibina," ujarnya saat silaturahmi dengan civitas akademika UMI.

Baca juga: LLDikti IX dorong Farmasi UMI kembangkan obat tradisional

Baca juga: Unismuh Makassar posisi kedua finalis KDMI 2021

Mengenai konsep pembinaan seperti apa yang akan dilakukan, dirinya mengaku masih akan membahas dengan UMI jika bersedia menerima ajak sebagai pembina kampus-kampus kecil di wilayah kerjanya.

Namun yang pasti, posisi UMI sebagai perguruan tinggi besar, diharapkan bisa ikut membantu mengangkat kampus-kampus yang masih terus berjuang.

"Untuk konsepnya seperti, tentu akan dibicarakan lebih rinci. Intinya bagaimana agar UMI bersama-sama dengan kami, mengangkat potensi kampus-kampus ini " jelasnya.

"Jadi kami ingin UMI berbagi amal, mungkin dari Fakultas Teknik UMI misalnya ikut sebagai pembina," lanjut Andi Lukman yang baru saja ditunjuk menggantikan Prof Dr Jasruddin sebagai Kepala LLDikti IX Sultanbatara ini.

Baca juga: LLDIKTI-X minta mahasiswa manfaatkan program kampus mengajar

Baca juga: LLDIKTI Wilayah III sebut 3 persen kampus selenggarakan PTM terbatas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel