LLDIKTI Kalimantan sosialisasi MBKM pada pendidikan tinggi vokasi

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan Dr Muhammad Akbar membuka sosialisasi panduan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada kurikulum pendidikan tinggi vokasi dengan menghadirkan narasumber dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek.

Kepala LLDIKTI Wilayah XI Dr Muhammad Akbar saat membuka acara sosialisasi yang dilaksanakan secara luring dan daring di Banjarmasin, Senin mengatakan, kegiatan sosialisasi kali ini merupakan salah satu bukti bahwa Kemendikbudristek fokus membantu dan melayani peningkatan kualitas pendidikan vokasi antara lain melalui pelaksanaan MBKM.

"Saya sangat mengapresiasi program yang telah digagas dan direncanakan oleh tim Kemendikbudristek untuk bisa diterapkan di pendidikan tinggi vokasi," katanya.

Menurut dia kendati program MBKM ini telah berjalan cukup lama, namun "update" program harus terus dilakukan, hingga program tersebut bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dan terkait lainnya.

Mengenai apakah memungkinkan program tersebut diberlakukan di pendidikan tinggi vokasi, katanya, pada acara sosialisasi ini seluruh ketentuannya akan disampaikan.

Pihaknya berharap ke depan program MBKM ini bisa terlaksana dengan baik dan mampu memberikan bekal kepada para mahasiswa untuk bisa menghadapi tantangan dan ujian saat "berenang di lautan" yang luas.

"Seperti harapan mas menteri,untuk memberikan kemerdekaan belajar dan memperkuat kemampuan dan potensi para alumni," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Akbar juga menyampaikan bahwa saat ini sedang dilaksanakan program KKN Kebangsaan X dan KKN Bersama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat tahun 2022 yang dilaksanakan di Kalimantan Tengah.

Acara tersebut dihadiri nara sumber dari Direktorat Jenderal Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek, Raden Desutama Bugi Prayogo ST MT dan Tri Fajar Yurnama S Kom MT.

Dalam sambutan usai acara sosialisasi, ia mengatakan yang harus menjadi pemahaman bersama, bahwa program MBBBKM tidak mengubah struktur dari kurikulum yang telah dilaksanakan di kampus, tetapi bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa.

Narasumber sosialisasi Raden Desutama mengatakan program MBKM merupakan jembatan yang menghubungkan antara teori dan aplikasi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Pengaplikasian program MBKM tersebut, menjadi pelengkap dari pelaksanaan program dari kurikulum pendidikan yang telah ditetapkan di kampus.

"Jadi PT tidak perlu membuat program baru untuk melaksanakan MBKM, tetapi memadukan program pendidikan yang telah ada dengan pelaksanaan MBKM," katanya.

Sehingga, kata dia, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) harus tetap dilaksanakan dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Apalagi, MBKM hanya memenuhi tiga indikator kinerja utama (IKU) dari delapan IKU perguruan tinggi.

PT yang akan melaksanakan MBKM, kata dia, harus menyiapkan prosedur baku yang meliputi, kepemimpinan dan manajemen MBKM, antara lain, memastikan semua pemangku kepentingan memahami filosif MBKN, melakukan pemetaan kondisi saat ini, merumuskan regulasi dan penjaminan mutu serta kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.

Prosedur selanjutnya, kepemimpinan dan manajemen MBKM tingkat program studi, antara lain memastikan CPL tetap terpenuhi, kemudian sumber dana dan penjaminan mutu.

Sosialisasi yang dilaksanakan sejak pagi hingga siang, mendapatkan tanggapan antusias dari seluruh peserta, yang dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang masuk dan diskusi yang cukup hangat antara nara sumber dan peserta.


Baca juga: LLDikti Wilayah XI Kalimantan fasilitasi peningkatkan mutu dosen

Baca juga: LLDikti Wilayah XI dorong percepatan akreditasi perguruan tinggi

Baca juga: LLDIKTI XI: Prodi Keperawatan Unmuh Kaltim raih akreditasi sangat baik

Baca juga: LLDIKTI XI Kalimantan sosialisasikan pentingnya sertifikasi dosen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel