LMAN ungkap 10 PSN dengan realisasi pendanaan terbesar 2021

·Bacaan 2 menit

Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Qoswara mengungkapkan 10 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang realisasi pendanaannya pada tahun ini memiliki porsi paling besar baik dari sisi sektor proyek tol dan non tol.

“Untuk hanya tahun 2021 kita coba urutkan tol dan non tol yang paling banyak kita bayar sampai 23 Juli 2021,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Qoswara menyatakan realisasi pendanaan PSN sejak Januari hingga 23 Juli 2021 sendiri adalah sebesar Rp13,4 triliun meliputi jalan tol Rp11,02 triliun, bendungan Rp1,72 triliun, irigasi Rp0,13 triliun, kereta api Rp0,38 triliun, pelabuhan Rp0,04 triliun dan KSPN Rp0,085 triliun.

Dari sisi sektor jalan tol, Qoswara menyebutkan PSN pertama yang pendanaannya paling terbesar adalah jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan dengan realisasi mencapai Rp2,14 triliun.

Kedua adalah jalan tol Trans Sumatera sebesar Rp1,93 triliun untuk 14 ruas dengan serapan terbesar yaitu Binjai-Langsa Rp342 miliar, Simpang Indralaya-Muara Enim Rp236 miliar dan Kisaran-Tb Tinggi Rp232 miliar.

Ketiga adalah proyek jalan tol Yogyakarta-Solo-NYIA Kulonprogo sebesar Rp1,24 triliun, keempat adalah tol Cinere-Jagorawi Rp742,87 miliar dan terakhir adalah tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Rp652,58 miliar.

Sementara dari sisi sektor non tol, PSN yang realisasi pendanaannya terbesar adalah Bendungan Bener Rp515,54 miliar, Bendungan Karian Rp326,89 miliar, Kereta Api Makassar-Parepare Rp324,01 miliar, Bendungan Kuningan Rp183,91 miliar, dan Bendungan Leuwikeris Rp164,33 miliar.

Ia melanjutkan jika dilihat dari output pendanaan lahan LMAN terdapat 1.415 kilometer jalan pada 31 ruas proyek jalan yang telah beroperasi seperti JTTS sepanjang 593,11 kilometer pada delapan ruas jalan dengan realisasi Rp8,18 triliun.

Kemudian Tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer yang diresmikan pada 20 Desember 2018 dengan realisasi pendanaan dari LMAN sebesar Rp5,48 triliun dan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 14,19 kilometer dengan realisasi pendanaan Rp5,09 triliun.

Sekaligus Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 3,17 kilometer yang merupakan Seksi IA sudah beroperasi mulai 10 November 2020 dari total 26,2 kilometer dengan realisasi pendanaan Rp5,27 triliun.

Tak hanya itu, terdapat sektor non jalan tol berupa Pelabuhan Patimban dan dua bendungan yang juga sudah beroperasi dengan rincian Pelabuhan Patimban Rp704 miliar, Bendungan Tapin Rp257 miliar dan Bendungan Napun Gate Rp25 miliar.

Baca juga: LMAN danai pengadaan lahan 97 PSN Rp80,17 triliun
Baca juga: Sri Mulyani: Pengelola aset negara harus berpikir produktif dan kritis
Baca juga: Sri Mulyani minta LMAN optimalkan aset negara untuk bantu tekanan APBN

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel