Logistik Pilgub NTT Putaran Kedua dalam Proses

Kupang (ANTARA) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Jhon Depa mengatakan, logistik untuk Pilgub putaran kedua pada 23 Mei sudah dalam proses pengerjaan dan paling lambat H-6, sudah berada di daerah-daerah.

"Logistik memang menjadi persoalan utama, sehingga sejak 29 Mei atau beberapa jam setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK), KPU langsung meminta perusahan yang menangani logistik untuk mulai melakukan persiapan. Kita sudah minta supaya paling lambat 16 Mei, semua logistik sudah berada di daerah," kata Jhon Depa, di Kupang, Rabu.

Dia mengemukakan hal itu terkait persiapan pelaksanaan Pilgub putaran kedua pada 23 Mei, terutama pengadaan dan pendistribusian logistik mengingat topografi wilayah itu yang terdiri dari pulau-pulau dan membutukan waktu yang cukup lama.

Sementara waktu pelaksanaan Pilgub putaran dua hanya berlangsung sekitar tiga pekan lebih atau sejak MK memutuskan untuk menolak semua gugatan pasangan Ibrahim Agustinus Meda-Melki Lakalena pada 29 April 2013.

Jhon Depa mengatakan pihak perusahan sudah menyanggupi paling lambat 16 Mei, semua logistik untuk kepentingan pemungutan suara sudah berada di kabupaten/kota.

KPU kabupaten/kota kata dia, bisa memanfaatkan waktu beberapa hari untuk melakukan sortir dan mendistribusikan ke panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Artinya, KPU sudah mengatur supaya pemungutan suara pada Kamis (23/5) tidak terganggu. Semua harus berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, katanya.

Dalam Pilgub putaran dua nantinya akan bertarung pasangan Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni (Freny) dan pasangan Esthon Foenay-Paul Talo (Esthon-Paul).

Pleno KPU Provinsi NTT pada 27 Maret lalu menetapkan pasangan Esthon-Paul dan Frans Lebu Raya (Frenly) melaju ke putaran kedua Pilkada NTT pada 15 Mei 2013. Dua pasangan ini ditetapkan KPU NTT setelah hasil pleno rekapitulasi, tidak ada satupun dari lima pasangan calon yang bertarung dalam Pilgub NTT meraih minimal 30 persen suarah sah.

Hasil rekapitulasi, pasangan Esthon-Paul memperoleh suara sah 515.836 suara atau 22,56 persen dan paket Frenly meraih suara 681.273 suara atau 29,80 persen dari daftar pemilih tetap (DPT).

Pasangan yang meraih suara terbanyak ketiga paket "Tunas" sebanyak 514.173 suara atau 22,29 persen. Di posisi ke empat paket Chris Rotok-Paul Lyanto (CristAL) sebanyak 332.569 suara atau 14,55 persen dan di posisi kelima ditempati Beny Kabur Harman-Wellem Nope (BKH-Nope) meraih 242.610 suara atau 10,61 persen.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.