Lokasi Wisata hingga Generasi Muda di Bali Jadi Target Konversi Motor Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, program konversi sepeda motor listrik akan diterapkan di sejumlah kawasan wisata seperti Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

"Rencana di Nusa Penida akan kita konversikan karena itu daerah wisata. Kita akan teruskan ke daerah-daerah pariwisata seperti di Nusa Penida, Ubud, Sanur dan Kuta," kata Koster usia membuka parade konversi sepeda motor BBM ke listrik di Central Parkir ITDC, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (1/9).

Kendati demikian, Koster belum menargetkan berapa banyak sepeda motor yang akan dilakukan konversi di Pulau Dewata. Namun untuk program sepeda listrik yang dicanangkan oleh Kementerian ESDM dan PLN seusai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomer 45, Tahun 2019.

"Pertama kita bersyukur karena programnya Bapak menteri ESDM dan juga Bapak Dirut PLN itu, sekaligus merupakan implementasi dari kebijakan penggunaan energi bersih di Provinsi Bali yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali, Nomer 45 tahun 2019," ujarnya.

"Dan juga di sektor hilirnya, kebijakan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai telah diatur dengan Peraturan Gubernur Bali nomor 48 Tahun 2019. Jadi apa yang dilakukan dengan rangkaian G20 ini, yaitu transisi energi bersih merupakan satu implementasi yang juga diterapkan di Provinsi Bali," lanjutnya.

Ia juga menyebutkan, di tahun 2023 sudah direncanakan untuk mengintensifkan dengan memberlakukan kebijakan zonasi maupun juga penggunaan untuk anak-anak muda, seperti pelajar SMA dan mahasiswa.

"Karena satu biayanya lebih murah dan kedua tidak perlu perawatan dan ketiga tidak pakai oli dan keempat tidak keluar asap dari knalpot. Ini jauh lebih murah daripada sepeda motor yang menggunakan bahan bakar minyak," bebernya.

Di tempat sama, Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, tugas pertama dari Kementerian ESDM, PLN dan Pemprov Bali yaitu membangun ekositemnya dulu. Lalu membangun kapasitas baik nasional maupun daerah.

"Karena tadi, salah satu yang melakukan konversi adalah suatu kekuatan dari lokal Provinsi Bali, berhubungan langsung dengan Bapak Gubernur semoga mendapatkan dukungan. Kemudian juga proses konversi perizinan didukung langsung oleh kepolisian. Jadi, prosesnya sangat mudah sekali. Ini, program seluruh komponen bangsa," ujarnya. [cob]