Long Covid Lebih Banyak Dialami Pasien dengan Komorbid, Ini Kata Pakar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Hingga saat ini, para ilmuwan di dunia masih mempelajari mengenai virus COVID-19. Hal ini termasuk soal efek samping pada pasien COVID-19 yang telah sembuh.

Belum lama ini, sebuah penelitian menunjukkan bagaimana gejala COVID-19 bertahan selama berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan atau yang disebut sebagai long covid.

Long covid adalah gejala yang dihadapi oleh orang-orang bahkan setelah mereka sembuh dari penyakit dan dites negatif untuk hal yang sama.

Dalam tayangan Hidup Sehat TvOne, Kamis 8 Juli 2021, Spesialis Paru, dr. Praseno Hadi, PhD menyebut bahwa setelah pasien sembuh yang dinyatakan melalui hasil PCR negatif, ternyata cukup banyak pasien yang mengalami keluhan gejala.

"Setelah sembuh padahal sebelum sakit biasa saja tidak ada keluhan begitu selesai COVID-nya mungkin merasa cepat lelah, tidak kuat naik tangga, dan sebagainya itu yang kami temukan," kata Praseno.

Lebih lanjut, dijelaskan Praseno bahwa long covid bisa terjadi khususnya pada pasien dengan penyakit penyerta atau disebut komorbid.

"Tapi semua pasien COVID-19 bisa sembuh sempurna atau ada keluhan atau meninggal, risiko tinggi seperti obesitas, DM (diabetest melitus), kelainan jantung atau kelainan paru, pasien alami riwayat paru TBC tentu akan risiko mengalami gejala-gejala pasca COVID, karena modal badannya ga bagus kena penyakit akan memperburuk keadaan," kata dia.

Namun, Praseno menjelaskan bahwa gejala long covid ini bisa terjadi pada mereka yang tidak memiliki komorbid, meskipun tidak banyak.

"Tapi bisa juga terjadi pada yang tidak tapi kecil. ada survei dari orang yang post COVID-19 60 persen punya gejala sisa baik pada anak dan orang tua," tutur dia.

Lantas apakah gejala sisa atau long covid ini bisa disembuhkan sendiri oleh tubuh atau melalui pengobatan? Terkait hal tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut, lantaran penyakit ini yang masih baru.

"Ini penyakit baru kita lihat beberapa waktu ke depan bisa disembuhkan dengan olahraga makan makanan bergizi, atau dengan obat, tapi ini perlu cari. paru bisa ukur fungsinya dengan spirometer," ujar dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel