Longsor di Nganjuk, Korban Tewas yang Ditemukan Sudah 8 Orang

Hardani Triyoga, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Satu per satu tubuh korban longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari balik timbunan material longsoran. Pada Senin sore, 15 Februari 2021, tiga tubuh korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Anggota tim Rescue Basarnas Surabaya, Farid, menuturkan, tiga jasad korban yang baru ditemukan dievakuasi dari timbunan material longsoran setebal 3-6 meter. Sebelum itu, siang sekira pukul 13.30 WIB, dua jasad korban yang merupakan ibu dan anak juga ditemukan dan sudah dievakuasi.

Farid mengatakan, titik pencarian difokuskan di lokasi rumah yang tertimbun longsor. Proses pencarian dan evakuasi jasad korban memakan waktu agak lama karena harus dilakukan secara hati-hati.

Sebab, kontur tanah yang labil. Sesuai SOP, pencarian dihentikan pada pukul 16.30 WIB.

"Cuaca juga sudah mendung dan mulai gelap, maka perlu diperhatikan tim yang terlibat," kata Farid kepada wartawan di lokasi.

Dengan ditemukannya tiga jasad korban tersebut, maka sementara ini total jasad korban longsor yang ditemukan meninggal dunia berjumlah delapan orang. Dua korban lainnya ditemukan selamat dan mengalami luka-luka. Tersisa sebelas orang yang masih dalam proses pencarian.

Di bagian lain, bantuan dari sejumlah instansi dan lembaga swasta berdatangan di posko yang didirikan di Kecamatan Ngetos.

Bantuan tersebut diangkut dengan kendaraan miliki BPBD Jatim dan Kemensos. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah berada di lokasi memantau jalannya penanganan.

Sebelumnya, bencana longsor melanda Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Nganjuk, pada Minggu petang, 14 Februari 2021. Material longsoran menimbun sedikitnya delapan rumah beserta penghuninya.

Pun, di hari yang sama, banjir besar menggenangi tiga kecamatan lain di Nganjuk. Sebelum dan saat bencana terjadi, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah setempat.