Longsor di Norwegia mengubur sejumlah rumah, 11 orang hilang

·Bacaan 3 menit

Oslo (AFP) - Tanah longsor besar menghancurkan rumah-rumah pada malam hari di sebuah desa di Norwegia yang dekat dengan ibu kota Oslo, menyebabkan sedikitnya 11 orang belum ditemukan dan 10 lainnya terluka, kata polisi dan media setempat Rabu.

Rekaman video dari tempat kejadian menunjukkan seluruh lereng telah runtuh di Ask, di kota madya Gjerdrum, 25 kilometer (15 mil) timur laut ibu kota. Rumah-rumah dibiarkan hancur dan terkubur dalam lumpur gelap.

Salju turun sepanjang pagi ketika layanan darurat mengevakuasi yang terluka dan berusaha mengamankan rumah-rumah yang masih berdiri. Beberapa rumah yang telah ditinggalkan bergoyang di tepi lubang yang ditinggalkan oleh longsoran, dengan beberapa jatuh ke tepi seiring berlalunya hari.

Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, yang melakukan perjalanan ke desa berpenduduk sekitar 1.000 orang pada Rabu, menggambarkan tanah longsor sebagai "salah satu yang terbesar" di negara itu.

"Merupakan pengalaman dramatis berada di sini," kata Solberg kepada wartawan, mengungkapkan keprihatinan khusus bagi mereka yang masih hilang.

"Situasi masih sangat labil dengan lumpur sehingga belum memungkinkan untuk melakukan apapun selain penyelamatan helikopter," tambahnya.

Media Norwegia mengatakan bahwa 700 orang telah dievakuasi dari rumah mereka, dan pemerintah kota memperingatkan sebanyak 1.500 orang mungkin harus meninggalkan wilayah itu karena alasan keamanan.

Sekitar pukul 8 malam (1900 GMT) polisi mengatakan 11 orang masih belum ditemukan, berdasarkan penduduk yang terdaftar di daerah tersebut, dengan beberapa dari mereka yang hilang adalah anak-anak.

"Kami percaya bahwa ada orang di daerah longsor itu, tapi apakah itu 11 orang atau kurang, kami tidak dapat menentukan dengan pasti," kata kepala operasi Roger Pettersen kepada penyiar NRK.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan online, polisi juga menekankan bahwa angka itu tidak pasti dan bisa naik turun karena mereka tidak yakin ada pengunjung yang masuk ke rumah.

Pencarian akan berlanjut semalaman ketika polisi menggunakan helikopter dan drone yang dilengkapi dengan kamera termal.

Polisi mengatakan 10 orang terluka, dengan satu orang dipindahkan ke Oslo karena luka serius.

"Polisi menetapkan ini sebagai bencana," kata Pettersen kepada penyiar NRK pada pagi hari.

Panggilan darurat datang dari orang-orang yang mengatakan seluruh rumah mereka sedang bergerak, katanya.

"Ada laporan dramatis dan situasinya serius," kata Pettersen.

Menurut Direktorat Sumber Daya Air dan Energi Norwegia (NVE), apa yang terjadi adalah apa yang disebut "longsor quick clay (tanah yang sangat peka terhadap gangguan)," berukuran kira-kira 300 kali 700 meter (328 hingga 766 yard).

"Ini adalah tanah longsor terbesar belakangan ini di Norwegia, mengingat jumlah rumah yang terlibat dan jumlah pengungsi," kata juru bicara NVE Laila Hoivik kepada AFP.

Quick clay adalah sejenis tanah liat yang ditemukan di Norwegia dan Swedia yang dapat runtuh dan berubah menjadi cairan saat ditekan berlebihan.

"Daerah itu telah disurvei sebelumnya, dan diketahui mengandung quick clay. Kemungkinan terjadinya tanah longsor serupa di daerah itu kecil saat ini," kata Hoivik.

Harian Swedia Aftonbladet melaporkan bahwa Swedia mengirimkan personel yang terlatih khusus untuk membantu upaya penyelamatan.

"Kami akan membantu dalam pencarian orang hilang dan mengamankan gedung," kata pemimpin operasi, Stefan Karlsson dari layanan darurat Gothenburg, kepada surat kabar tersebut.

Raja Norwegia Harald mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kecelakaan itu "sangat impresi bagi saya dan keluarga saya."

"Pikiran saya tertuju pada semua orang yang terkena dampak, yang terluka, mereka yang kehilangan rumah dan sekarang hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian sepenuhnya dari bencana tersebut," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel