Longsor Gunungan Sampah Teratasi, TPA Cipayung Depok Dibuka Kembali

Merdeka.com - Merdeka.com - Tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok hari ini dioperasionalkan kembali. Longsor yang terjadi di kolam penampungan (landfill) B sudah teratasi dan jalanan sudah bisa dilalui. Truk pengangkut sampah pun sudah bisa melintas dan membuang sampah ke TPA.

"Sekarang sudah operasional, sudah seperti biasa sudah bisa buang. Hanya kemarin saja ditutup karena penataan," kata Kepala UPT TPA Cipayung, Ardan Kurniawan, Jumat (6/1).

Longsor terjadi saat hujan intensitas tinggi yang melanda Depok sejak beberapa hari. Ditambah, gunungan sampah sudah mencapai 23 meter sehingga sangat rentan terjadi longsor. Kolam penampungan hanya memiliki luas 11 hektare untuk menampung 1,5 juta kubik. Namun sampah yang ditampung sudah mencapai 2,5 juta kubik.

"Sekarang sudah melebihi (kapasitas)," ujarnya.

Akibat kelebihan muatan itu, sampah di kolam penampungan beberapa kali meluber ke jalan. Ketinggian sampah juga sudah dianggap mengkhawatirkan. "Kalau penataan itu karna TPA sudah over kapasitas. Cuaca juga mempengaruhi daya gerak sampah di TPA," akunya.

Untuk mengelola sampah yang ada, pihaknya sudah melakukan penataan. Pada musim hujan, sambung dia, diperlukan penataan ekstra karena dikhawatirkan sampah tumpah ke jalan.

"Tapi kalau kondisi yang sudah over kapasitas ini kan susah diprediksi juga gitu, jadi ketika musim hujan kita harus ekstra. Yang penting alat kita bagus dan tidak rusak," lanjutnya.

Sampah yang masuk ke TPA Cipayung per hari mencapai 950 ton. Sampah ditampung di dua kolam yaitu A dan B. Selama ini pihaknya mengandalkan alat berat yang dimiliki untuk mengatur sampah yang ada.

"Sebenarnya sih kalau dengan kondisi sekarang ini harus ekstra seperti alat berat harus prima, terus cuaca juga mempengaruhi," pungkasnya. [cob]