Penumpang Pesawat Lampaui Lebaran 2019, Menhub: Tanda Ekonomi Bergerak

Merdeka.com - Merdeka.com - Jumlah pemudik yang menggunakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta meningkat dibanding 2019. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meyakini momentum mudik kali ini sebagai penanda pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh stake holder, Pak Dirjen, Dirut AirNav, Dirut APII dan semua yang melakukan kegiatan ini. Karena pada hari H-3 tercatat penumpangnya 141 ribu. Artinya 3 persen lebih tinggi dari 2019," kata Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau pelaksanaan mudik Lebaran di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (1/5).

Menhub meyakini tingginya antusiasme masyarakat melaksanakan mudik Lebaran dengan moda transportasi udara pada tahun ini membuktikan pemulihan ekonomi bangsa. "Ini menandakan bahwa kegiatan ekonomi sudah bergerak," jelas dia.

Penumpang Mulai Landai

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II M Awaludin menegaskan, lalu lintas pergerakan orang dan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada H-1 Lebaran lebih landai dibanding pada H-3 dan H-2 yang menembus angka 141 ribu penumpang. dengan jumlah pergerakan pesawat mencapai 900 penerbangan.

"Jadi kalau kita lihat H-3 itu adalah puncaknya dengan pergerakan di Bandara Soekarno-Hatta ini 1.054 penerbangan atau kurang lebih sekitar 141 ribu pergerakan penumpang. Dan khusus hari ini, prediksi kami penerbangan masih cukup tinggi mendekati 900 penerbangan dengan angka pergerakan penumpang prediksi kami mendekati angka 125 ribu pergerakan penumpang," jelas Awaludin.

Dia mengaku, pelaksanaan kegiatan mudik Lebaran yang berjalan sejak tanggal 22 April kemarin hingga H-1 berjalan aman dan lancar.

"Secara umum, syukur alhamdulillah sejak 22 April lalu sampai dengan H-1 hari ini, situasi di Bandara Soekarno-Hatta aman, lancar, terkendali dan pergerakan penumpang juga sangat baik," terang dia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel