Lorenzo Sempat Kecewa Tak Diminta Gantikan Rossi

Xaveria Yunita
·Bacaan 2 menit

Alih-alih memilih Lorenzo yang kini berstatus sebagai pembalap tes, Yamaha malah memilih Garret Gerloff untuk turun di lintasan MotoGP Eropa, di Valencia, Minggu (8/11/2020). Sebagai informasi, pria 25 tahun tersebut berkecimpung di Superbike World Championship (WSBK) bersama GRT Yamaha WorldSBK Junior Team.

Dari sisi pengalaman, memang Lorenzo yang lebih unggul, tapi kondisi dan hasil tesnya di Portimao masih kalah dibanding Gerloff.

Baca Juga:

Chupa Chups pada helm Jorge Lorenzo

“Saya tidak akan membalap, mereka tak mempertimbangkan saya. Saya pikir mereka melihat saya kurang kompetitif dalam tes di Portimao. Faktanya saya memang tidak dalam kondisi bagus. Tentu saja, seandainya mereka mengizinkan saya melaju seperti yang dilakukan KTM kepada Daniel Pedrosa, saya pasti berlatih secara reguler,” ucapnya dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport.

“Tapi pada Juni, Yamaha menjelaskan bahwa tidak lagi program tes, jadi saya tidak siap. Kenyataan bahwa ada panggilan ke (Sirkuit) Portimao, mengejutkan saya.”

Sudah bisa diduga, hasilnya akan buruk kalau tidak ada persiapan memadai. Tentu akan berisiko kalau memaksakan Lorenzo membalap di Sirkuit Aragon.

Pembalap 33 tahun tersebut mengungkapkan ada beberapa faktor yang membuatnya tak maksimal dalam uji coba di Portugal.

“Setelah delapan bulan tanpa mengendarai motor untuk MotoGP, Anda kehilangan refleks, respons, ritme. Perlu adaptasi, tapi saya hanya punya waktu 1,5 hari, sementara mekanik harus ke Le Mans dan motor saya edisi 2019,” ia menuturkan.

“Selain itu, sirkuitnya baru, jadi mustahil melaju kencang. Saya kira tes itu meningkatkan keraguan soal daya saing saya. Tapi saya mengatakan kepada Lin Jarvis bahwa salah mengacu pada Portimao, karena potensi sejati saya saat di Sepang. Kalau mereka berpikir harus ganti, saya terima. Tapi tidak mudah menemukan seorang pembalap yang bisa beradaptasi dengan M1 seperti yang saya lakukan.”

Jorge Lorenzo mendekati perpisahan dengan Yamaha karena kontraknya tidak diperbarui. Pabrikan Garpu Tala itu bakal merekrut Andrea Dovizioso sebagai pembalap tes. Sadar tak dibutuhkan lagi, ia pun mempertimbangkan untuk pindah ke Aprilia dengan tanggung jawab sama.

Baca Juga:

Valentino Rossi sudah tidak sekuat dulu

“Saya kaget dengan pergantian itu, tapi bukan pilihan saya. Saya ingin lanjut karena M1 alami bagi saya, opsi Aprilia tidak alami. Saya senang meneruskan peran ini karena tekanan berkurang, tidak punya risiko dan jarang bepergian, tapi gairah tetap sama,” ia menuturkan.

“Aprilia tampak menarik, saya jadi juara dunia dua kali dengan mereka dan bisa melakukan tes lebih sering, tapi Yamaha kompetitif, sedangkan Aprilia masih jauh. Jika saya bisa melakukan pekerjaan seperti Pedrosa, itu akan hebat. Selain itu, kalau Andrea Iannone kembali, saya bisa melatihnya, jadi saya akan sangat berguna.”