Loughlin dan Giannulli:Dakwaan penyuapan di kampus harus dicabut

BOSTON (AP) - Aktris "Full House" Lori Loughlin, suaminya yang perancang busana Mossimo Giannulli, dan para orang tua terkenal lainnya pada Rabu mendesak hakim menolak dakwaan terhadap mereka dalam kasus penyuapan penerimaan mahasiswa baru, seraya menuduh jaksa melakukan kesalahan "luar biasa".

Tim pembela pasangan terkenal itu dan para orang tua lainnya yang masih berjuang melawan tuduhan tersebut mengatakan bahwa kasus tersebut tidak bisa diteruskan karena penyelidik mengintimidasi informan mereka guna berbohong dan kemudian menyembunyikan bukti yang akan mendukung klaim tidak bersalah para orang tua.

"Pelanggaran pemerintah yang luar biasa yang disampaikan dalam kasus ini mengancam menciptakan kerugian besar bagi para terdakwa dan integritas proses ini. Kesalahan itu tidak bisa diabaikan," tulis tim pengacara.

Kantor pengacara AS di Boston menolak mengomentari hal ini Rabu.

Loughlin dan Giannulli dijadwalkan diadili pada Oktober dengan dakwaan telah membayar 500.000 dolar AS agar putri-putri mereka masuk University of Southern California sebagai anggota tim dayung padahal mereka bukan atlet dayung. Jaksa menyebut mereka telah mengambil foto kedua gadis duduk dekat perahu dayung untuk membantu membuatkan profil atletik palsu yang membenarkan mereka sebagai atlet bintang.

Enam orang tua kaya lainnya yang dituduh berpartisipasi dalam skema ini akan diadili serempak bersama pasangan itu. Enam orang tua lain dijadwalkan menghadapi persidangan pada Januari.

Tim pembela mengatakan jaksa menahan bukti yang akan mendukung argumen orang tua bahwa mereka percaya pembayaran itu adalah sumbangan sah yang akan bermanfaat bagi kampus itu, bukan suap untuk pelatih atau pejabatnya. Bukti tersebut -catatan dari telepon dalang skema ini yakni konsultan penerimaan mahasiswa baru Rick Singer- tidak diberikan kepada tim pembela sampai bulan lalu.

Singer menulis dalam catatan bahwa agen-agen FBI meneriakinya dan menyuruhnya berbohong bahwa para orang tua mengatakan hal-hal yang ada dalam panggilan telepon terekam yang bisa digunakan untuk memperkarakan mereka. Singer menulis bahwa para agen FBI menyuruh dia mengatakan bahwa dia sudah memberi tahu para orang tua bahwa pembayaran itu suap.

"Mereka terus meminta saya mengatakan kebohongan dan tidak menyatakan kembali apa yang sudah saya katakan kepada klien-klien saya ke mana uang itu disalurkan- ke program tersebut, bukan pelatih dan bahwa itu adalah sumbangan dan mereka menginginkan hal itu sebagai pembayaran," tulis Singer, menurut dokumen peradilan.

Tim pembela mengatakan catatan-catatan menunjukkan bahwa para agen mengintimidasi Singer menyajikan bukti palsu dan berusaha menipu orang tua agar terpaksa menyetujui bahwa cek pembayaran itu suap.

"Untuk agen-agen pemerintah yang memaksa informan berbohong pada pemeriksaan terekam demi menghasilkan bukti terhadap target-target penyelidikan - dan kemudian secara sadar menuntut target-target itu dengan menggunakan bukti palsu tersebut - adalah penyimpangan pemerintah jenis terburuk," tulis pengacara.

Alih-alih segera menyerahkan catatan-catatan itu ketika mereka pertama kali melihatnya pada Oktober 2018, jaksa penuntut "mengubur" bukti dan berulang kali mengatakan kepada pembela bahwa mereka sudah memberikan semua yang dibutuhkan, tulis para pengacara pengacara orang tua tersebut.

Pihak pembela juga menuduh para penyelidik membolehkan Singer menghapus ribuan pesan teks dari telepon selulernya dan kemudian kian memperbesar upaya tekanan yang“agresif" (dan sangat berhasil) agar para orang tua mengaku bersalah.

"Selain menahan catatan-catatan itu dan banyak contoh materi informasi penting lainnya, pemerintah berusaha memaksa terdakwa mengaku bersalah dengan mengancam bahwa jika mereka tidak melakukannya, mereka akan menghadapi dakwaan tambahan," tulis pengacara para orang tua itu.

Catatan Singer tidak diberikan kepada tim pembela sampai Februari nanti karena pemerintah meyakini dokumen itu istimewa dan tidak meninjaunya lebih lanjut setelah menemukannya, kata jaksa penuntut. Jaksa mengatakan tidak penting jika Singer menyebut pembayaran itu suap atau sumbangan, karena hal itu tetap quid pro quo (sumbangan untuk sumbangan) yang menyalahi aturan.

Tim pembela mengatakan jika hakim tidak membatalkan kasus ini, maka dia paling tidak harus mencegah jaksa menggunakan "rekaman pencemaran" di persidangan dan memerintahkan persidangan guna "mengungkap kebenaran penuh mengenai rekaman-rekaman itu dan upaya pemerintah dalam merekayasa dan menyembunyikan bukti."

Puluhan orang tua lainnya mengaku bersalah dalam kasus ini, termasuk bintang "Desperate Housewives" Felicity Huffman, yang dijatuhi hukuman dua pekan penjara karena telah membayar 15.000 dolar untuk meminta pengawas ujian mengubah jawaban-jawaban tes SAT putrinya.