Louvre Surabaya dulang pengalaman di antara kesulitan musim IBL 2021

·Bacaan 2 menit

Pelatih kepala Louvre Dewa United Surabaya Andika "Bedu" Saputra menyatakan ia dan timnya mendulang banyak pengalaman penting di antara kesulitan yang mereka alami sepanjang musim IBL 2021.

Perjalanan Louvre musim ini harus berakhir setelah menelan kekalahan 67-91 dari Pelita Jaya Bakrie Jakarta dalam gim kedua semifinal Divisi Merah, membuat mereka tersingkir dengan skor seri 0-2.

"Selamat untuk Pelita Jaya masuk ke grand final. Kami Louvre Dewa United Surabaya untuk musim ini finis di empat besar," kata Bedu dalam jumpa pers virtual selepas laga.

"Banyak pelajaran, banyak pengalaman yang berharga musim ini, buat kami dan terutama para pemain-pemain muda," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Pelita Jaya melenggang ke final IBL 2021, lewati Louvre

Bedu menilai musim kedua Louvre di IBL, setelah musim lalu harus rampung lebih awal karena pandemi COVID-19, sebagai musim yang diwarnai banyak kesulitan.

"Di awal ketika persiapan kami sudah bagus, banyak terganggu cedera. Sandy (Febiansyakh) juga di gelembung musim reguler. Kami masuk playoff juga harus bersusah payah, tidak bisa menggantungkan nasib hasil tim lain," ujarnya.

"Ketika kami masuk playoff pun, kami cuma punya sedikit pemain berpengalaman, tapi saya cuma mau bilang bahwa kerja keras itu pasti akan membuahkan hasil.

"Saya bilang ke pemain tadi, oke kita selesai musim ini, tapi buat sebuah tim yang baru dua tahun di liga profesional, lantas bisa masuk playoff itu artinya kita gak boleh berhenti," tutupnya.

Baca juga: Jadi MVP IBL 2021, Jamarr Andre Johnson cetak sejarah
Baca juga: Louvre kunci tiket playoff setelah tundukkan Patriots

Louvre mengakhiri fase reguler IBL 2021 sebagai tim peringkat kedua klasemen Divisi Merah, lantas mampu bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan KAI Bima Perkasa Jogja dalam putaran pertama playoff.

Sayangnya, di semifinal Louvre kalah dua gim langsung dari Pelita Jaya, melanjutkan tren buruk dua kekalahan di musim reguler melawan tim yang sama.

Di sektor penghargaan individual, bintang Louvre Jamarr Andre Johnson mengawinkan gelar Pemain Terbaik (MVP) dengan Pemain Bertahan Terbaik IBL 2021 sedangkan Kevin Moses Poetiray menyabet anugerah Pemain Paling Berkembang.

Baca juga: Pelajaran berharga dari Louvre untuk Pelita Jaya
Baca juga: Satria Muda meraba-raba kembali ritme permainan
Baca juga: Satria Muda atasi West Bandits dalam gim pertama semifinal IBL

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel